
Photo
JawaPos.com – Pemilu Amerika Serikat (AS) masih sebulan lagi. Debat calon presiden sesi pertama juga baru digelar Selasa (29/9) atau Rabu (30/9) pagi waktu Indonesia. Meski begitu, sekitar satu juta penduduk AS sudah memilih. Mereka menyerahkan hak suaranya dengan memilih lebih awal ataupun mengirimkan balot via pos.
Beberapa negara bagian tidak hanya menawarkan absentee voting atau mengirim balot via pos saja. Tapi, mereka juga menggelar pemungutan suara lebih awal. Masing-masing negara bagian memiliki kebijakan berbeda. Total penduduk yang sudah memberikan hak suaranya mencapai 1.012.211 orang dari 13 negara bagian.
”Kami tak pernah melihat penduduk memberikan suaranya sedini ini dalam pemilu presiden sebelumnya,” ujar profesor ilmu politik di University of Florida Michael McDonald seperti dikutip The Independent. Dibandingkan momen 2016 lalu, hanya 9.525 orang yang memilih lebih awal.
Meski begitu, saat ini siapa yang bakal menang belum bisa dipetakan. Para pengamat politik kini lebih cenderung berhati-hati berkomentar. Pemilu sebelumnya menjadi pelajaran. Hillary Clinton dari kubu Demokrat yang begitu dijagokan, menang di hampir semua polling, mendapatkan popular vote, akhirnya kalah oleh Donald Trump.
Banyaknya penduduk yang memberikan suara lebih awal ini juga faktor pandemi Covid-19. Berdasar survei, total sepertiga penduduk AS berencana memberikan suara via pos. Sebanyak 48 persen warga yang ingin memberikan suara via pos adalah pendukung Joe Biden. Sedangkan pendukung Trump yang berencana menggunakan metode serupa hanya 23 persen. Republik sendiri mendorong agar pendukungnya datang ke tempat pemungutan suara (TPS) di hari H pemilu 3 November nanti.
Pilpres kali ini diyakini bakal lebih sengit dibanding empat tahun lalu. Trump sudah yakin bahwa hasil pemilu akan berakhir di MA. Presiden ke-45 AS itu meyakini, jika dia tidak menang, maka terjadi kecurangan dalam pilpres kali ini.
Tudingan itu bisa kian kuat. Sebab, pengamat asing yang rencananya terjun untuk melihat pemilu AS juga bakal berkurang banyak. Padahal, mereka bisa menjadi pihak independen yang bisa menilai benar terjadi banyak kecurangan atau tidak.
Berkurangnya pengamat dari luar ini juga disebabkan pandemi. Organization for Security and Cooperation in Europe (OSCE) direkomendasikan mengirim 500 orang. Sebanyak 100 orang pengamat jangka panjang dan sisanya untuk jangka pendek. Ternyata, hanya 30 pengamat jangka panjang yang datang pekan ini.
Negara-negara anggota OSCE enggan mengirimkan banyak pengamat karena takut akan keselamatan mereka dan juga faktor pandemi. AS saat ini masih menjadi negara dengan angka penularan dan kematian Covid-19 tertinggi di dunia. Di sisi lain, Organization of American States (OAS), yang beranggota negara-negara Amerika Latin, mengaku belum mendapatkan undangan untuk mengirimkan pengamat pada pemilu nanti.
Sementara itu, materi debat presiden sesi pertama menjadi perbincangan banyak pihak. Masalah pajak Trump yang diungkap New York Times Minggu lalu (27/9) diyakini bakal menjadi pembicaraan dan senjata bagi Biden untuk menyerangnya. Sebelumnya, dia diyakini bakal menggunakan pandemi Covid-19 guna melemahkan argumen Trump dalam debat.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=8RTZynFg_no
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Valencia vs Real Betis di Liga Spanyol: Tuan Rumah Kesulitan Menang!
Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor Bodo/Glimt vs NEC Nijmegen di Kualifikasi Liga Champions: Tuan Rumah Menang!
Prediksi Skor LASK Linz vs Celtic di Kualifikasi Liga Champions: Kans Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Sabah vs Hapoel Be'er Sheva di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
Prediksi Skor Rapid Vienna vs Hearts: Tuan Rumah Terancam Tumbang di Liga Konferensi Eropa
Prediksi Skor Viking FK vs Dinamo Zagreb: Purgeri Diprediksi Menang Tipis di Norwegia!
Prediksi Skor AEK Athens vs Levski Sofia di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Tuan Rumah Menang!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
