Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 Juli 2021 | 22.16 WIB

Disuntik Sinovac Kena Covid, Ahli: Tetap Manjur Seperti Vaksin Barat

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Filipina memprioritaskan untuk membeli vaksin Covid-19 yang lebih manjur. Selama ini negara tersebut menggunakan vaksin Sinovac. Filipina berkaca dari kasus para tenaga kesehatan di Indonesia yang terinfeksi Covid-19 meski sudah divaksinasi dengan Sinovac.

Ahli vaksin Filipina Carlito Galvez Jr tetap yakin vaksik Tiongkok memiliki kualitas baik. Dia mengatakan vaksin Sinovac dari Tiongkok sama efektifnya dengan vaksin Barat.

"Berkinerja baik dan setara dengan suntikan yang dibuat oleh merek-merek Barat," tegas Carlito seperti dilansir dari CNN Philippines, Kamis (1/7).

Baca juga: Divaksin Sinovac Tetap Kena Covid, Ahli AS: Vaksin Barat Lebih Manjur

Dia membuat pernyataan di tengah seruan kepada pemerintah untuk membeli suntikan Covid-19 yang memiliki tingkat kemanjuran lebih tinggi. Salah satunya dari Pemimpin Minoritas Senat Franklin Drilon.

“ketika menyangkut kehidupan jutaan orang Filipina dan masa depan negara, seharusnya tidak ada label harga. Kita bisa membeli vaksin yang paling mahal dengan khasiat yang tinggi," katanya.

Laporan sebelumnya juga menyebutkan sejumlah tenaga medis Indonesia yang mendapat suntikan Sinovac terinfeksi virus Korona. Dalam keterangannya, Galvez menjelaskan bahwa semua vaksin yang digunakan di dalam negeri telah melalui tinjauan ketat oleh panel ahli vaksin (VEP), yang terdiri dari dokter dan spesialis vaksin terkemuka.

“Kami mendengarkan dan mengikuti penilaian panel tentang vaksin apa yang harus dibeli untuk memastikan semuanya aman dan efektif terlepas dari mereknya,” katanya.

“Faktanya, kami telah melihat bahwa semua vaksin yang telah diberikan Emergency Use Authorization (EUA) oleh Food and Drug Administration kami berkinerja baik dalam kondisi dunia nyata dibandingkan dengan hasil uji klinis mereka,” tambahnya.

Mengutip data dunia nyata yang disediakan oleh panel, Galvez mengatakan vaksin buatan Tiongkok punya keefektifan 90 persen dalam mencegah kasus dan kematian Covid-19 yang parah di Uruguay, dan 94 persen efektif dalam melindungi tenaga kesehatan di Indonesia. Di tengah kekhawatiran tentang kemanjurannya terhadap varian Delta yang lebih menular, dia mengatakan VEP berkecil hati untuk menyimpulkan lebih awal karena studi masih berlangsung.

“Kami memastikan bahwa semua kebijakan yang kami buat dan terapkan adalah berbasis sains dan berbasis bukti,” tegas Galvez.

"Saya akan selalu mempertimbangkan saran dari para ahli kami dan bukan dari orang-orang yang tidak mau mendengarkan pengambilan keputusan yang lebih bijaksana dan disengaja," imbuhnya.

FDA memberikan Sinovac izin darurat (EUA) pada Februari. Berdasarkan evaluasinya, menunjukkan tingkat kemanjuran 65,3 persen hingga 91,2 persen bila digunakan pada orang sehat berusia 18 hingga 59 tahun. Untuk tenaga kesehatan yang terpapar langsung dari pasien Covid-19, kemanjurannya mencapai 50,4 persen.

Hingga saat ini, Filipina telah menerima lebih dari 17 juta dosis suntikan Sinovac, serta AstraZeneca, Gamaleya, Pfizer, dan Moderna. Lebih dari 10 juta orang Filipina telah menerima dosis vaksin dan sekitar 2,5 juta di antaranya sekarang sepenuhnya terlindungi dari virus mematikan itu. Hingga akhir tahun, pemerintah berharap dapat mengimunisasi hingga 70 juta orang.

Editor: Edy Pramana
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore