Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 9 Juli 2023 | 22.38 WIB

Kemacetan Masih 13 Km, Antrean Menuju Pelabuhan Ketapang Mulai Terurai

ANTRE MASUK KAPAL: Kendaraan roda empat menumpuk di area parkir Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, Minggu (8/7) sore. - Image

ANTRE MASUK KAPAL: Kendaraan roda empat menumpuk di area parkir Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, Minggu (8/7) sore.

JawaPos.com – Pembatasan pembelian tiket kapal untuk truk besar nonpangan mampu mengurangi penumpukan kendaraan menuju Pelabuhan ASDP Ketapang. Kemacetan panjang yang terjadi di jalur pantura Situbondo–Banyuwangi, Jawa Timur, perlahan bisa terurai.

Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (8/7), antrean kendaraan yang sebelumnya mengular hingga 20 kilometer tinggal 13 kilometer.

Kendati begitu, kepadatan penumpang di Pelabuhan Ketapang masih berpotensi terjadi. Mengingat masa libur sekolah masih berlangsung hingga 17 Juli.

Kasatlantas Polresta Banyuwangi Kompol Randy Asdar menyatakan, kebijakan pengendalian tiket kapal yang diinisiasi PT ASDP Ketapang tepat untuk mengurai kemacetan. ”Kebijakan tersebut memang mampu menekan animo masyarakat yang hendak menyeberang ke Bali,” tuturnya.

Untuk mengurai kemacetan, tim satlantas juga membuat rekayasa lalu lintas supaya kepadatan di Jalan Raya Situbondo–Banyuwangi dapat segera terurai.

Langkah ASDP Ketapang yang mengoperasikan KMP Jatra II dengan daya tampung kendaraan lebih banyak juga berdampak pada pengurangan antrean. Daya tampungnya bahkan tiga kali lipat dari kapal biasanya. ”Untuk mengurai kepadatan, operator ASDP telah menerjunkan KMP Jatra II. Kapal tersebut sehari-harinya beroperasi di jalur penyeberangan Ketapang–Lembar,” ujar General Manager ASDP Ketapang-Gilimanuk Syamsudin.

KMP Jatra II tiga kali lipat lebih besar dibanding kapal biasa yang digunakan untuk mengangkut 130 kendaraan. ”KMP Jatra II diprioritaskan untuk mengangkut kendaraan pribadi, kendaraan logistik, ataupun kendaraan umum serupa bus dan lainnya,” terangnya.

Khusus untuk kendaraan tronton, kata dia, tetap menggunakan kapal seperti biasanya. ”KMP Jatra II akan diperbantukan hingga kondisi penyeberangan di Ketapang–Gilimanuk normal,” ungkapnya.

Menurut Syamsudin, bantuan KMP Jatra II tersebut membuat antrean kendaraan berangsur terurai meski belum sepenuhnya normal. ”Kita akan terus kendalikan pembelian tiket untuk truk besar nonpangan,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, enam hari terakhir antrean panjang kendaraan terjadi di Pelabuhan ASDP Ketapang. Masyarakat yang hendak ke Bali terjebak macet berjam-jam di pelabuhan. Bahkan, antrean kendaraan mengular cukup panjang hingga 20 km arah utara Pelabuhan Ketapang.

Penyebabnya adalah volume kendaraan meningkat seiring dengan masa liburan sekolah. Pemicu lainnya, cuaca ekstrem melanda perairan Selat Bali. Hujan deras disertai angin kencang mengganggu aktivitas kapal. Selain itu, ada perbaikan dermaga di Pelabuhan Gilimanuk.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengaku belum ada laporan terkait dampak antrean di Pelabuhan Ketapang terhadap pariwisata. ”Artinya, tidak ada laporan terkait penundaan atau pembatalan perjalanan yang signifikan,” ujarnya.

Meski demikian, Maulana tak menampik situasi alam berpotensi menurunkan gairah mobilitas masyarakat. Khususnya jika kendala tersebut berlangsung dalam waktu yang lama dan cenderung meningkat ekstrem. ”(Trafik) pariwisata tentu ada kaitan dengan warning-warning cuaca. Jika berlangsung lama, akan ada potensi penyesuaian rencana perjalanan calon traveler. Dan ya berdampak juga ke omzet atau potensi penerimaan sektor pariwisata,” beber Maulana. (rio/aif/agf/c17/fal)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore