
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah memantau kesiapan sejumlah cekdam menggunakan helikopter, Senin (28/12). Humas Pemprov Sulsel/Antara
JawaPos.com–Cekdam Kelara Jeneponto, Sulawesi Selatan, akan mengairi lahan tadah hujan seluas 31 ribu hektare yang selanjutnya menjadi lahan irigasi teknis. Pembangunan Cekdam Kelara juga akan memenuhi kebutuhan air para petani di Kabupaten Takalar dan Gowa.
”Kebutuhan air buat sektor pertanian baik di Gowa, Takalar, dan juga Kelara Jeneponto telah mendesak. Sehingga, sebenarnya bendungan Kelara sudah harus digenangi. Tinggal kepedulian, keseriusan kita masyarakat yang bermukim di area genangan ini,” ujar Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah seperti dilansir dari Antara di Makassar pada Senin (28/12).
”Segera kita bisa selesaikan, karena kalau Kelara selesai, minimal 31.000 hektare lahan yang selama ini tadah hujan bisa menjadi irigasi teknis,” terang Nurdin Abdullah.
Dia menjelaskan, bentuk dukungan Pemprov Sulsel terhadap pembangunan Cekdam Kelara, Jenelata, maupun perawatan Cekdam Bili-bili, adalah dengan bentuk kolaborasi dengan kejati, kejari, kapolda, kapolres, maupun pihak lainnya.
”Memang kita butuh pengabdian untuk masyarakat bahwa ini adalah kepentingan bersama dan cekdam ini dibangun bukan biaya murah,” ujar Nurdin Abdullah.
Sementara itu, Nurdin Abdullah menyatakan, sedimentasi hasil galian tambang di sepanjang sungai menjadi ancaman bagi Cekdam Bili-bili di Kabupaten Gowa.
”Sedimentasi menuju ke cekdam, kita berharap sebenarnya penambangan sudah harus dikendalikan. Kalau tidak, jangankan 100 tahun, 50 tahun saja belum tentu Cekdam Bili-bili ini bisa berfungsi normal,” kata Nurdin Abdullah setelah melakukan peninjauan dari udara menggunakan helikopter milik BNPB.
Oleh karena itu, kata dia, harus ada kesepahaman, langkah bersama untuk menyelamatkan Cekdam Bili-bili. Saat ini selain Cekdam Bili-bili, Cekdam Jenelata juga menjadi ancaman baru bagi masyarakat di beberapa daerah termasuk Makassar. Mantan Bupati Bantaeng dua periode itu, sangat berharap pembangunan cekdam segera rampung.
Dia juga berharap ada kajian secara komprehensif yang dilakukan pemerintah kota, provinsi, pusat, dan pihak terkait lainnya, agar bisa menyelesaikan persoalan banjir di beberapa daerah, termasuk Makassar.
”Karena terus terang ancaman baru kita ini adalah Jenelata. Makanya kita berharap Jenelata bisa lebih cepat lagi dibangun, supaya betul-betul Makassar ini bisa terproteksi dengan baik,” ujar Nurdin Abdullah.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=E9FpiGW6A68

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
