Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Juli 2020 | 21.57 WIB

Pemerintah Cari Opsi Pendanaan Rampungkan Tol Trans Sumatera

Pekerja mengukur jalan tol seksi IV Indrapuri–Blang Bintang di Aceh Besar, Aceh, pada Senin (6/7). Irwansyah Putra/Antara - Image

Pekerja mengukur jalan tol seksi IV Indrapuri–Blang Bintang di Aceh Besar, Aceh, pada Senin (6/7). Irwansyah Putra/Antara

JawaPos.com–Pemerintah mencari opsi pendanaan alternatif untuk menutupi kebutuhan dana Rp 387 triliun dalam pembangunan Tol Trans Sumatera yang akan menghubungkan Bakauheni hingga Banda Aceh.

”Masih dibutuhkan anggaran Rp 387 triliun untuk menyelesaikan seluruhnya,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono seperti dilansir dari Antara di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (7/7).

Basuki mengatakan, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan Menteri BUMN, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Menteri Koordinator Perekonomian, dan Menteri Keuangan untuk mencari opsi terbaik agar pendanaan tol sepanjang 2.878 kilometer itu terpenuhi. ”Apakah akan dikeluarkan bond (obligasi) jangka panjang, itu pasti dengan jaminan pemerintah,” ujar Basuki.

Selain penerbitan obligasi, kata Basuki, terdapat opsi untuk memanfaatkan Sovereign Wealth Fund (SWF). Namun skema pendanaan SWF itu masih digodok pemerintah. ”Makanya tadi Presiden minta Menteri BUMN, Menko Maritim, Menko Perekonomian, dan Menkeu untuk mengkaji, ada juga (opsi) Sovereign Wealth Fund,” kata Basuki.

Inisiasi SWF pernah dibahas pemerintah sejak awal 2020. Dalam praktik di perekonomian global, SWF biasanya berperan mengelola dana publik dan menginvestasikannya ke bentuk aset lain.

Basuki mengatakan, permasalahan yang menghambat progres Tol Trans Sumatera hanya pendanaan. Sedangkan untuk masalah pembebasan lahan, sudah terselesaikan.

Total kebutuhan anggaran untuk seluruh ruas Tol Trans Sumatera adalah Rp 500 triliun. Dana yang sudah tersedia, antara lain dari pinjaman perbankan sebesar Rp 72,2 triliun, dukungan pemerintah Rp 21,6 triliun, dan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 19,6 triliun. Sehingga total kebutuhan pendanaan yang belum terpenuhi adalah Rp 387 triliun.

Realisasi proyek hingga Juli adalah 393 kilometer telah beroperasi dari rencana total 2.878 kilometer. Kemudian, 1.194 kilometer masih dalam tahap konstruksi dan 1.291 kilometer sedang dipersiapkan.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas itu meminta jajarannya untuk menilai secara cermat kelayakan finansial proyek tersebut, termasuk opsi-opsi untuk tambahan ekuitas dalam melanjutkan proyek itu. Tol Trans Sumatera merupakan proyek penting untuk mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi di Pulau Sumatera. ”Sehingga di sana akan ada efisiensi waktu tempuh dan juga bisa meningkatkan multiplier effect 2–3 kali lipat terhadap PDB (produk domestik bruto),” ujar Jokowi.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=5gAOtre8hV0

 

https://www.youtube.com/watch?v=oG127OxtQ6Y

 

https://www.youtube.com/watch?v=6xFtXGz8724

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore