
Photo
JawaPos.com - Pengerjaan kontruksi untuk proyek jalan tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan akan dipercepat oleh PT Jasa Marga Japek Selatan (JJS) selaku pengelola jalan tol tersebut. Bahkan PT JJS telah melakukan musyawarah bersama warga setempat terkait uang ganti rugi (UGR) pembebasan lahan.
Adapun musyawarah tersebut berlangsung pada tanggal 18 sampai 19 Juni 2019 di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat lalu. Sebagaimana diketahui, pengadaan tanah pada proyek pembangunan Jalan Tol Japek II Selatan telah memasuki tahap pelaksanaan sebanyak 177 bidang dari 288 bidang.
Rinciannya, Desa Mulyamekar sebanyak 104 bidang dan 73 bidang di Desa Cigelam. Nurbaiti selaku Ketua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Jalan Tol Japek Selatan II mengatakan, masyarakat sangat antusias menyambut musyawarah yang dilakukan oleh PT JJS. Ia menyampaikan, 90 persen masyarakat telah menyetujui untuk menerima ganti rugi dalam bentuk uang tunai.
Sebagian warga yang tidak bisa hadir juga telah dikonfirmasi oleh masing-masing Kepala Desa untuk menandatangani hasil musyawarah, sehingga proses Uang Ganti Rugi (UGR) terus berjalan. “Target akhir Juni 2019, masyarakat sudah menerima UGR-nya,” ujar Nurbaiti dalam keteranganya kepada wartawan, Kamis (20/6).
Direktur Utama PT JJS Dedi Krisnariawan Sunoto mengatakan, seiring proses UGR pengerjaan pembangunan konstruksi Jalan Tol Japek II Selatan tetap berlangsung. Kontruksi pengerjaan jalan tol pun telah dilakukan sejak Mei 2019.
Pada Paket 3 ini, 45 persen lahan diketahui milik Pemerintah yang terdiri dari lahan yang dikelola Jasa Marga, lahan milik Kementerian PUPR yang sudah mendapat izin pakainya, dan lahan Perhutani yang diharapkan segera mendapat izin pakainya dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Pengadaan lahan di luar itu juga telah memasuki proses musyawarah dan direncanakan UGR dapat dimulai untuk dibayarkan pada akhir bulan Juni 2019.
"Kita targetkan penyelesaian untuk pembebasan lahan sampai dengan tahun 2020,” kata Dedi.
Dedi menuturkan, tantangan utama yang dihadapi operator dalam pembangunan jalan tol adalah pembebasan lahan. Atas dasar itu, prioritas tersebut harus segera diselesaikan.
"Kami telah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk melakukan langkah-langkah pembebasan lahan yang clean & clear bagi keperluan proyek sehingga pembangunan Jalan Tol Japek Selatan II dapat selesai sesuai target yaitu pada tahun 2021," pungkasnya.
Sebagai informasi, jalan Tol Japek II Selatan terdiri atas 3 seksi, yaitu:
a. Seksi 1 mulai dari Jati Asih menuju Setu sepanjang 9,3 Km
b. Seksi 2 dari Setu menuju ke Taman Mekar sepanjang 24,85 Km
c. Seksi 3 dari Taman Mekar menuju Sadang sepanjang 27,85 Km
Jalan Tol Japek II Selatan diharapkan dapat memangkas waktu tempuh perjalanan dari Jakarta Menuju Cikampek dari sisi selatan. Dengan demikian, dapat memangkas biaya logistik karena distribusi barang antar dua kota tersebut menjadi lebih cepat. Jalan Tol Japek II Selatan diharapkan menjadi salah satu solusi upaya meningkatkan perekonomian dan pemerataan serta kelancaran transportasi pembangunan, khususnya di wilayah-wilayah antara Jakarta dan Cikampek.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
