
TENANGKAN WARGA: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo didampingi Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi dan Bupati Purworejo Agus Bastian menemui warga di salah satu masjid di Desa Wadas, Kecamatan Bener, kemarin. (9/2). Warga yang ditemui Ganjar adalah para pe
KOMNAS HAM menyebut telah terjadi tindak kekerasan aparat saat pengukuran untuk keperluan tambang di Desa Wadas, Kabupaten Purworejo. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, kepada warga yang anti dan pro pertambangan, juga telah meminta maaf atas insiden yang terjadi.
Lalu, bagaimana dengan Bupati Purworejo Agus Bastian sebagai pemimpin langsung wilayah yang kini tengah jadi sorotan itu? Apa saja yang sudah dan akan dilakukan di Wadas? Berikut petikan wawancara dengan Jawa Pos Radar Purworejo kemarin (14/2).
---
Apakah Pemkab Purworejo pernah melakukan komunikasi dan sosialisasi terkait pertambangan andesit di Wadas yang akan digunakan untuk bahan pembangunan Bendungan Bener?
Pemkab Purworejo tentu saja tidak lepas tangan. Sejak awal kami berupaya memfasilitasi semaksimal mungkin, termasuk mengajak dan mendorong warga masyarakat untuk memberikan dukungan. Posisi kami tentu mendukung pemerintah pusat. Maka, kami juga bantu mengedukasi masyarakat mengenai manfaat Bendungan Bener bagi masyarakat Purworejo dan sekitarnya.
Bagaimana bentuk komunikasi dengan warga itu?
Kami lakukan melalui berbagai kesempatan dan menggunakan berbagai media. Komunikasi sudah dan coba terus dijalin dengan tokoh masyarakat, bahkan melalui pendekatan-pendekatan personal. Sampai detik ini, kami juga masih terus melakukan pendekatan persuasif serta sosialisasi secara lebih masif.
Apakah komunikasi dilakukan kepada mereka yang anti maupun yang pro pertambangan?
Ya, kami terus semaksimal mungkin menjaga kerukunan antarwarga. Sejak rencana pembangunan kuari (pertambangan terbuka) disosialisasikan, masing-masing warga, baik yang setuju maupun yang menolak, diimbau untuk saling menghormati pilihan yang diambil. Tanpa harus saling mengintimidasi.
Konflik di Wadas jelas berpengaruh kepada warga. Misalnya, ada yang masih trauma. Lalu, selain sosialisasi, apa yang sudah dilakukan pemkab?
Kami mencoba memahami kesulitan warga Wadas dengan memberikan bantuan sosial, pelayanan kesehatan, dan sejenisnya. Sehingga sedikit banyak dapat meringankan beban warga yang muncul akibat persoalan ini.
Selain Wadas, sebanyak 41 desa di Purworejo bakal terdampak pembangunan ruas tol Cilacap–Jogjakarta. Bagaimana antisipasi pemkab?
Wadas jadi pelajaran yang sangat berharga dalam menghadapi permasalahan agraria. Terkait proyek tol Cilacap–Jogjakarta, posisi kami tentu mendukungnya. Berkaca dari Wadas, nantinya kami akan lebih mengintensifkan sosialisasi dan komunikasi kepada masyarakat terkait proyek tersebut.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
