
Ilustrasi Gerbang Tol Pasuruan, Presiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo, Rabu (10/4) (DOK.GALIH COKRO/JAWA POS)
JawaPos.com – PT Waskita Toll Road (WTR) memastikan akan menjual dua ruas tol pada tahun ini, yakni Solo–Ngawi dan Ngawi–Kertosono. Sejauh ini sudah ada perusahaan asal Hongkong yang menyatakan minatnya membeli jalan bebas hambatan tersebut. Direktur Utama Waskita Toll Road Herwidiakto menargetkan pada Agustus nanti dapat dicapai kesepakatan dengan investor Hongkong.
’’Tapi, kan sekarang tetap masih proses. Yang dari Hongkong itu lebih serius,’’ katanya seperti dikutip Jawa Pos, Jumat (12/7).
Selain di luar negeri, perseroan membuka penawaran kepada perusahaan dalam negeri untuk penjualan dua ruas jalan tol tersebut. Hanya, tawarannya masih di bawah perusahaan asal negara bekas koloni Inggris itu. ’’Duitnya pas-pasan kalau dalam negeri,’’ jelasnya.
Selain dua tol tersebut, Waskita akan mendivestasi dua ruas tol setiap tahun. ’’Dua-dua tiap tahun. Tahun depan dua, belum tahu yang mana lho,’’ tambahnya. Yang jelas, PT Waskita Karya Tbk berencana menjual 18 ruas tol miliknya.
Sebelumnya, Direktur Utama Waskita Karya I Gusti Ngurah Putra menyatakan, langkah itu merupakan cara perseroan guna menjaga keuangan agar tetap sehat. Apalagi, bisnis utama perseroan sebenarnya adalah kontraktor, bukan operator tol.
’’Kalau divestasi enggak jalan, Waskita tidak mampu lagi investasi karena strategi awal masuk tol bukan sebagian operator tol, tetapi developer,’’ ujarnya.
Meski demikian, agar tidak bermasalah, ruas tol yang akan dijual emiten dengan kode dagang WSKT tersebut adalah ruas tol yang sudah 100 persen selesai dibangun. Waskita juga akan jemput bola dengan melakukan road show ke beberapa negara yang memiliki pembeli potensial seperti Dubai, Prancis, maupun Hongkong untuk menawarkan divestasi ruas tol.
Konsep itu dilakukan di tengah kondisi tahun politik di mana banyak investor yang melakukan aksi wait and see. Sebelumnya, perseroan hanya menunggu investor yang tertarik untuk membeli konsesi. Untuk kinerja keuangan, perseroan juga berniat menekan utang dari Rp 64 triliun pada 2018 menjadi Rp 60 triliun pada 2019.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
