
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau pembangunan Bendungan Bener di Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Jumat (2/6).
JawaPos.com–Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR menyatakan, proses pengadaan lahan Bendungan Bener, Purworejo, Jawa Tengah, sudah 95 persen. Proses pembangunan ditargetkan rampung seluruhnya pada 2024.
”Saat ini sudah tidak ada kendala berarti dari segi teknis dan lahan. Untuk pengadaan lahan sudah 95 persen dan terus proses penyelesaian,” ujar Plt Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR Jarot Widyoko, Minggu (4/6).
Menurut Jarot, progres konstruksi Bendungan Bener sudah 26 persen. Saat ini sedang dilakukan upaya percepatan teknis konstruksi. Bendungan yang dibangun sejak Oktober 2018 itu, akan menjadi bendungan multifungsi yang memiliki banyak manfaat.
Dia menjelaskan, bendungan tersebut memiliki tampungan sekitar 92 juta meter kubik. Mempunyai manfaat mengairi lahan irigasi seluas 15.519 hektar. Selain itu, Bendungan Bener juga dapat menyuplai air baku untuk keperluan rumah tangga, kota dan industri sebesar 1.500 liter per detik ke tiga kabupaten, yakni Purworejo, Kebumen, dan Kulon Progo. Termasuk ke Bandara Internasional Jogjakarta.
”Bendungan tersebut juga mempunyai potensi menyuplai energi listrik sebesar 10 MW dan mereduksi debit banjir dari 584 meter kubik per detik menjadi 178 meter kubik per detik atau 70 persen pada debit banjir kala ulang 25 tahun (Q25),” papar Jarot Widyoko.
Selain itu dia menambahkan, fungsi lainnya adalah menjadi pendukung sektor perikanan, pariwisata, dan konservasi DAS Bogowonto di bagian hulu.
Pembangunan Bendungan Bener itu, lanjut dia, merupakan bagian dari pembangunan 61 bendungan dari 2015 hingga 2025 yang akan menambah jumlah tampungan air yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam mendukung ketahanan pangan dan air di Jawa Tengah.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada Jumat (2/6) telah meninjau pembangunan Bendungan Bener di Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Menteri menyampaikan kepada kontraktor dan konsultan pengawas untuk terus meningkatkan kualitas pekerjaan yang baik dan rapi mulai dari desain hingga pelaksanaan.
”Perhatikan aspek kualitas dan keberlanjutan lingkungan. Tolong dievaluasi desain engineering dan arsitektur, sehingga tidak ada desain yang berlebihan (overdesign). Pekerjaannya yang rapi, sisa material ditata baik,” ujar Basuki.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
