
Ilustrasi arus balik Lebaran di ruas tol Cipali menuju Jakarta dari Jawa Tengah
Evaluasi Penanganan Mudik Lebaran 2023
JawaPos.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memapaparkan sejumlah evaluasi penanganan arus mudik dan balik pada lebaran 2023. Hasil evaluasi itu dapat diterapkan pada Lebaran tahun depan.
Budi Karya menyoroti tol Trans Jawa dan pelabuhan penyeberangan Merak-Bakauheni. Di dua segmen itu perlu ada peningkatan sarana dan prasarana jalan maupun transportasi.
“Idealnya di jalan Tol Cipali sampai Kalikangkung Semarang itu ada 3 sampai 4 lajur. Sehingga rekayasa lalu lintas yang dilakukan cukup dengan contra flow dan tidak perlu one way," ujar mantan dirut PT Angkasa Pura II itu dalam keterangan persnya, Rabu (3/5).
Untukpenyeberangan ASDP, dia menyarankan menggunakan kapal yang besar dan cepat. Sehingga kapasitas angkutan lebih banyak dan waktu tempuh lebih singkat.
Meski ada sejumlah hal yang perlu diperbaiki, secara umum Menhub mengaku ada sejumlah indikator positif berhasil diraih dalam penanganan arus mudik dan balik tahun ini. Meliputi, meningkatnya rata-rata kecepatan kendaraan di jalan tol, waktu tempuh yang semakin cepat, serta angka kecelakaan lalu lintas yang menurun.
Lebih lanjut, Menhub menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak terkait diantaranya yaitu: Kemenko PMK, Kemen PUPR, Kemen BUMN, Kominfo, TNI, Polri, BMKG, Basarnas, KNKT, operator jalan tol, operator angkutan umum, asosiasi, Pemda, Dinas Perhubungan Provinsi/Kota/Kabupaten, serta pihak terkait lainnya, yang telah mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.
Menhub juga menyampaikan terima kasih kepada media massa yang turut memberitakan informasi arus mudik dan balik secara luas dan informatif, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, serta perubahan kebijakan yang terjadi sesuai dinamika di lapangan.
“Saya juga sampaikan terima kasih kepada masyarakat, yang sangat kooperatif dengan imbauan-imbauan yang disampaikan pemerintah maupun petugas di lapangan,” ucap Menhub.
Berdasarkan data sementara, jumlah kendaraan yang melintas di jalur tol pada arus mudik dan balik lebaran tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2022. Bahkan, jumlah kendaraan pada arus balik tercatat lebih tinggi dibandingkan arus mudik.
Jumlah kendaraan pada masa arus mudik mencapai 1,91 juta atau meningkat 5,6 persen. Sementara, jumlah kendaraan pada arus balik mencapai 2,06 juta atau meningkat 6,5 persen. Total jumlah kendaraan pada arus mudik dan balik mencapai 3,9 juta atau meningkat 6,1 persen.
Rata-rata kecepatan kendaraan dan waktu tempuh di jalur tol pada masa arus mudik dan balik pada Lebaran tahun ini juga lebih baik dibanding tahun 2022. Tercatat untuk arus mudik, rata-rata kecepatan mencapai 72 Km/Jam atau naik 15,9 persen dan waktu tempuh 6 jam 4 menit atau naik 14 persen. Sedangkan untuk arus balik, rata-rata kecepatan mencapai 77,7 Km/Jam atau naik 12,7 persen dan waktu tempuh 5 jam 47 menit atau naik 17,5 persen.
Selanjutnya pada angkutan penyeberangan Merak-Bakauheni, perbandingannya dengan tahun 2022 lalu tercatat, jumlah penumpang sebanyak 1,38 juta orang atau naik 3 persen. Lalu, jumlah pemudik pejalan kaki 103 ribu orang atau naik 28 persen, roda dua 88 ribu atau naik 6 persen, bus 9 ribu unit atau naik 4 persen, dan roda empat 169 ribu unit atau turun 2 persen.
"Sedangkan, tingkat kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan 25 persen dibanding tahun 2022 dan jumlah korban meninggal dunia juga turun 44 persen," tandasnya.
