
KHUSUS KENDARAAN KECIL: Pengecekan tol Solo-Jogja ruas Karangnongko, Klaten, kemarin (3/4). Jalur tersebut bakal dibuka fungsional mulai Jumat (5/4).
JawaPos.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan ada tujuh jalan tol fungsional yang beroperasi mulai besok (5/4) hingga Selasa (16/4) mendatang.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan, tujuh jalan tol itu memiliki panjang 185,12 kilometer. Rinciannya, tiga ruas di Jawa dengan panjang 50,45 km dan empat ruas di Sumatera sepanjang 134,67 km. ”Jalan tol fungsional ini gratis,” katanya. ”Beroperasi selama 12 hari untuk memperlancar arus mudik Lebaran 2024,” imbuh dia.
Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) Rudy Herdiansyah secara terpisah mengatakan, jalur fungsional jalan tol Solo–Jogja–NYIA Kulon Progo seksi Colomadu–Klaten akan dioperasikan satu arah. Untuk arus mudik dari Colomadu menuju Ngawen. Lalu, pada arus balik berlaku sebaliknya, dari Ngawen–Colomadu. ”Untuk waktu operasinya mulai pukul 06.00 hingga 17.00,” ujarnya dalam keterangan resmi kemarin (3/4).
Ada sejumlah aturan untuk menggunakan jalan tol fungsional tersebut. Salah satunya, tol fungsional dikhususkan untuk kendaraan golongan I nonbus atau kendaraan kecil. Lalu, kecepatan maksimal hanya 40 km per jam. ”Tidak boleh lebih dari itu,” tegasnya.
Rudy menyatakan, pada libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, jalan tol fungsional tersebut hanya dibuka sepanjang 13 km. Namun, pada Lebaran 2024, jalan tol fungsional dibuka lebih panjang, yakni 22,3 km. ”Artinya, hanya kurang dari empat bulan mampu menambah 9 kilometer,” ucapnya.
Jalan tol fungsional Solo–Jogja sepanjang 22,3 km itu memiliki perkerasan kaku atau rigid pavement di dua lajur sepanjang 13 km. Sedangkan 9 km sisanya rigid pavement baru satu lajur. ”Namun, kami pastikan jalur itu aman untuk dilewati masyarakat,” ujarnya.
Rudy memastikan, dengan melewati tol fungsional itu, akan mempercepat waktu hingga 25 menit. Sebab, pengguna jalan tidak lagi perlu melewati 15 titik traffic light di jalan Solo–Jogjakarta. ”Menghemat waktu sekitar 25 menit,” katanya.
Petugas telah menyediakan SPBU dan toilet di jalan tol fungsional tersebut. ”Kami juga menyediakan sarana-prasarana untuk kondisi darurat seperti ambulans, mobile customer service, rescue, dan layanan mobil derek,” jelas Rudy. Begitu pula ketersediaan rambu-rambu. Mulai rambu peringatan batas kecepatan, rambu penunjuk arah, hingga rambu informasi lainnya.
Sumber: Kementerian PUPR, BPJT

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
