
Bandara internasional minangkabau (suprizaltanjung)
JawaPos.com – Bandara Internasional Minangkabau atau Minangkabau International Airport, merupakan bandara bertaraf internasional satu-satunya yang ada di Sumatera Barat (Sumbar).
Letaknya, berada sekitar 23 km dari pusat Kota Padang, tepatnya di wilayah Ketaping, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman.
Bandara ini dibangun sebagai pengganti Bandar Udara Tabing yang saat itu dikatakan sudah tidak lagi memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan.
Bandara Internasional Minangkabau diakui cukup unik lantaran telah dinobatkan sebagai bandara satu-satunya di Indonesia bahkan di dunia yang memakai nama etnis.
Dilansir dari angkasapura2.co.id, pada Selasa (20/2), pembangunan fisik Bandara Internasional Minangkabau ini diketahui telah dimulai sejak tahun 2002 silam.
Barulah tiga tahun setelahnya, yakni pada 22 Juli 2005, Bandara Internasional Minangkabau yang jadi kebanggaan masyarakat Sumbar ini mulai membuka penerbangan komersial.
Pada 2006,Bandara ini kemudian ditetapkan sebagai tempat embarkasi dan debarkasi haji untuk wilayah provinsi Sumatra Barat, Bengkulu dan sebagian Jambi, oleh Kementerian Agama.
Sebagai informasi, pembangunannya menghabiskan biaya sekitar 9,4 miliar Yen, dengan 10% di antaranya (sekitar 97,6 miliar Rupiah) merupakan pinjaman lunak dari Japan Bank International Coorporation (JICB).
Konstruksi fisik bandara, melibatkan langsung kontraktor ternama dari Negeri Sakura (Jepang), yakni Shimizu dan Marubeni J.O. dan Adhi Karya dari Indonesia.
Berdiri di atas tanah seluas 4,27 km², Bandar Udara Internasional Minangkabau memiliki landasan pacu sepanjang 3.000 meter dengan lebar 45 meter.
Pada awalnya, penerbangan domestik dan internasional dilayani oleh satu terminal yang luasnya sekitar 20.568 m², yang berkapasitas sekitar 2,3 juta penumpang setiap tahunnya.
Kemudian, pada tahun 2020, terdapat perluasan terminal dengan menambahkan gedung baru seluas 25.725 m². Sehingga luas totalnya menjadi 46.312 m². Kini, kapasitas penumpang pun bertambah menjadi 5,7 juta per tahun.
Dengan luas tersebut, Bandar Udara Internasional Minangkabau dapat menampung Pesawat Airbus A300, Airbus A319, Airbus A320,Airbus A330, Airbus A340, Airbus A350, ATR 72, Boeing 747, Boeing 777, dan McDonnell Douglas MD-11.
Kelengkapan fasilitas juga terbilang sangat memadai. Dilansir dari hubud.dephub.go.id, didalam bandara terdapat area Parkir Kendaraan, ATM, Musholla, dan FIDS. Selain itu, bandara juga menyediakan angkutan berupa Taxi, Bus, Train, dan Rent car. ***

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
