Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 Mei 2022 | 03.00 WIB

Hore, akan Ada 10 Rest Area di Tol Jakarta-Semarang

Kendaraan roda empat dari arah Jakarta melaju perlahan setelah memasuki Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (28/4). Aji Styawan/Antara - Image

Kendaraan roda empat dari arah Jakarta melaju perlahan setelah memasuki Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (28/4). Aji Styawan/Antara

JawaPos.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, pemerintah akan membangun 10 rest area tambahan di Jalan Tol Rute Jakarta-Semarang. Menurutnya, hal itu diperlukan agar masyarakat semakin nyaman saat perjalanan mudik lebaran.

Bahkan, kata dia Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga menyoroti hal tersebut. "Secara detail kita akan minta pada developer untuk menyediakan paling tidak 10 rest area dengan satu kualifikasi kuantitas dan kualitas yang lebih baik dari yang sekarang," ungkapnya dalam konferensi pers, Selasa (24/5).

Dalam hal ini, pemerintah akan menyiapkan lahan seluas 100 hektar untuk pembangunan rest area, masing-masing memiliki luas 10 haktar. Dikatakan bahwa pemerintah juga membuka kesempatan pihak swasta untuk membangun rest area di Jalan Tol Rute Jakarta-Semarang.

"Fungsi-fungsi dari 10 rest area tersebut memang untuk jangka pendek tidak memberikan return. Karenanya kami akan usulkan kepada Pak Menteri PU agar itu menjadi land bank. Kalau developer tidak mau, kita bisa berikan kepada swataa untuk invest di situ," imbuhnya.

Pembangungan 10 rest area tambahan tersebut turut mempertimbangkan lahan yang masih kosong di sekitar Jalan Tol Jakarta-Semarang, mengingat lahan tersebut tidak memiliki kendala. "Tentang titik-titik rest area kami usulkan yang dari Jakarta sampai ke Semarang dulu karena kalau yang di sana tidak ada hal tertentu yang masalah," imbuhnya.

"Jadi, kami perhatikan pada saat kami melaju ke Semarang atau dari Semarang ke sini kelihatan sekali masih banyak tanah-tanah kosong," sambung Budi.

Itu juga akan memberikan keuntungan bagi developer. "Kalau kita bicara properti, usaha properti maka tol tidak bisa dipisahkan dengan rest area yang di situ ada daerah-daerah komersialnya. Itu adalah satu ruang bisnis yang memungkinkan mereka mendapatkan upside atau kenaikan harga pada saat tertentu tapi juga memberikan layanan pada masyarakat," pungkas dia.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore