
UJUNG TIMUR: Jalur Lintas Selatan yang berada di Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, melewati perkebunan. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)
AWAN panas guguran saat Semeru meletus pada awal Desember lalu membuat akses Kabupaten Malang ke Kabupaten Lumajang terhenti di Jembatan Gladak Perak. Untuk pengguna kendaraan roda empat atau lebih tentu saja. Untuk roda dua atau pejalan kaki, kini sudah berdiri jembatan gantung sementara.
Piket Nol, sebutan jalan raya penghubung dua kabupaten di selatan Jawa Timur tersebut, sebenarnya jalur yang indah. Panorama Semeru menjadi daya tarik utama.
Untuk melanjutkan perjalanan, Jawa Pos akhirnya memutar menuju akses tol Malang yang menyambung sampai gerbang tol Probolinggo Timur. Tujuannya Jember dengan melewati Lumajang.
Jalur Probolinggo–Lumajang, terutama di bagian Lumajang, sudah lebar dan nyaman dilewati. Dulu, saat melintas di sini, yang terbayang duluan adalah ”persaingan” dengan truk-truk pengangkut pasir. Lumajang memang dikenal sebagai gudang pasir.
Jalur pansela (pantai selatan) dari Kabupaten Jember ke Kabupaten Banyuwangi belum tersambung. Untuk menuju Kecamatan Glenmore di wilayah Banyuwangi, pengguna jalan tetap melintasi jalan arteri di kawasan Gumitir. Dari jalur arteri tersebut, masuk ke kawasan jalur pansela dengan membelok ke selatan di simpang tiga setelah Mapolsek Glenmore. Di sini jalur pansela meninggalkan pantai, lalu melintasi dan membelah perkebunan kakao milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII. Luas perkebunan itu mencapai 3.802 hektare. Kerap disebut Perkebunan Kendeng Lembu yang mampu memproduksi ratusan ton cokelat per tahun.
”(Jalur pansela) ini seperti tujuan wisata baru bagi warga sekitar,” kata Yuniardi yang tinggal di Genteng, kecamatan tetangga Glenmore, Banyuwangi.
Akses cukup lebar dengan jarak 7,5–8 meter. Sepanjang perjalanan, mata dimanjakan pemandangan di Taman Nasional Meru Betiri serta hamparan perkebunan cokelat dan karet. Kuliner olahan serbacokelat juga bisa dengan gampang ditemui.
Konsep tersebut berbentuk doesoen atau dusun kakao. Jawa Pos menemui empat doesoen sepanjang penyusuran di Glenmore. Namun, hanya satu yang berbentuk kafe, yakni Doesoen Kakao, Kendenglembu. Selain makanan dan minuman olahan cokelat, ada juga penginapan yang disediakan.
”Jadi, mungkin kalau jalur ini sudah tersambung, yang lewat ke sini bisa beristirahat di sana. Terus, lanjut perjalanan lagi,” ujar Yuniardi.
Jalur pansela yang membentang mulai Bayan di Banten sana berujung di Dusun Pagergunung, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore. Berdasar peta rencana pemrograman pembangunan jalan/jembatan pansela BBPJN Jatim-Bali, jalur pansela Glenmore, Banyuwangi, nanti tersambung dengan jalur pansela Pantai Puger di Kabupaten Jember. Rute dalam peta tampak berputar melintasi sisi utara Taman Nasional Meru Betiri. Namun, trace dari Dusun Pagergunung itu belum terlihat.
”Proses ya, masuk dalam pengerjaan pansela tahap II,” jelas Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim dan Bali Achmad Subki kepada Jawa Pos.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
