Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 November 2021 | 03.07 WIB

Gubernur Jatim Bahas Proyek Kereta Api Gerbangkertasusila

Gubernur Khofifah di upacara Sumpah Pemuda di Tuban. Humas Pemprov Jatim - Image

Gubernur Khofifah di upacara Sumpah Pemuda di Tuban. Humas Pemprov Jatim

JawaPos.com–Kereta api di wilayah Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan, akan segera terwujud. Hal itu dipastikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang baru menjajaki kerja sama dengan KfW (Kreditanstalt Fur Wiederaufbau) Office Jakarta atau Bank Pembangunan Jerman untuk pembangunan jalur kereta api di wilayah yang dikenal sebagai Gerbangkertosusila itu.

Jalur kereta api tersebut untuk mempercepat konektivitas guna mendorong pertumbuhan perekonomian di kawasan satelit Jawa Timur. Penjajakan kerja sama tersebut disampaikan Khofifah saat menerima Green Infrastructure Initiative (GII) Portofolio Manager KfW Frankfurt Jerman Olaf Georke di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (23/11).

Menurut Khofifah, rencana pembangunan jalur kereta api Surabaya Regional Railways Lines (SRRL) di wilayah Gerbangkertasusila sejalan dengan mandat Perpres No. 80 Tahun 2019. Salah satu poin pentingnya yaitu membangun konektivitas transportasi publik di wilayah Gerbangkertosusila.

”Ini menjadi kebutuhan dari konektivitas di wilayah Gerbangkertasusila, sekaligus melaksanakan salah satu dari mandat Perpres No. 80 Tahun 2019 yaitu membangun konektivitas transportasi publik di wilayah Gerbangkertasusila. Mengenai hal ini sudah pernah berdiskusi dengan beberapa menteri sampai dengan Bapak Presiden Jokowi,” jelas Khofifah.

Khofifah menyebut, dari pemaparan yang disampaikan KwF atau Bank Pembangunan Jerman akan ada beberapa format pembangunan SRRL wilayah Gerbangkertosusila. Pertama jalur Stasiun Gubeng–Sidoarjo. Kedua jalur Stasiun Gubeng–Stasiun Kota–Stasiun Pasar Turi. Selanjutnya Lamongan–Gresik, Gubeng–Mojokerto. Sementara format pembiayaan yang disampaikan yaitu hibah dan pinjaman (loan).

Rencana total pembiayaan pembangunan SRRL Fase 1 rencananya mencapai USD 337.977.800. Dengan rincian terdiri atas total hibah sebesar USD 89.222.800 dan pinjaman (loan) 248.755.000.

”Mr Olaf telah berkomunikasi dengan Menkeu dan Menteri Bappenas. Nanti selanjutnya dilakukan komunikasi dengan Wali Kota Surabaya beserta jajaran terkait pembangunan ini. Setelah selesai semua, baru pihak KfW akan menyampaikan untuk mendapat persetujuan dari Bank Pembangunan Jerman baik membantu lewat hibah maupun loan,” kata Khofifah.

Selain menjalankan mandat Perpres No. 80 Tahun 2019, lanjut Khofifah, pembangunan SRRL itu menjawab kebutuhan transportasi publik yang modern, pro-environment, pro climate. Serta mengedepankan aspek ramah lingkungan.

”Transportasi publik ini modern, pro-environment, pro climate, mengedepankan aspek ramah lingkungan. Karena sentralnya di Surabaya yang menjadi Kota Terbersih se-ASEAN. Maka tentu prosesnya harus dikomunikasikan dengan persetujuan Pemkot Surabaya,” ujar Khofifah.

Sementara itu, Green Infrastructure Initiative (GII) Portofolio Manager KfW Frankfurt Jerman Olaf Georke mengatakan, telah berdiskusi dengan Gubernur Khofifah proyek pembangunan terkait SRRL. Dia pun memuji Kota Surabaya yang sangat bersih dan penghijauannya juga bagus sehingga tepat melakukan pembangunan SRRL.

”Bagi Jerman, Kota Surabaya dipandang sebagai kota yang sangat bersih dan  hijau. Sejalan dengan kegencaran Pemerintah Indonesia dan Jerman dalam pembangunan hijau, pembangunan SRRL itu akan pro-environment dan pro climate,” ucap Olaf.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore