
Bendungan Ameroro di Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara, ditarget rampung akhir tahun ini.
JawaPos.com–Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan Bendungan Ameroro di Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara, rampung akhir tahun ini. Melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air akan terus menggenjot pembangunan konstruksi bendungan sehingga bisa diresmikan pada Desember 2023.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan bendungan tersebut untuk meningkatkan volume tampungan air. Bendungan akan menyuplai air irigasi ke lahan pertanian, menyediakan air baku, dan pengendalian banjir.
”Bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat memberikan manfaat yang nyata di mana air akan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” kata Basuki.
Dengan kapasitas tampungan 98,81 juta meter kubik, Bendungan Ameroro bisa dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik berkapasitas 1,3 MW. Bendungan itu juga bisa menjadi salah satu potensi pariwisata di Kabupaten Konawe.
Kepala BWS Sulawesi IV Kendari Kementerian PUPR Agus Safari menambahkan, saat ini progres fisik Bendungan Ameroro telah mencapai 87,15 persen. Dengan progres tersebut, bendungan itu akan melaksanakan pengisian atau impounding.
”Diproyeksikan akan meningkatkan pemanfaatan irigasi seluas 3,363 hektare, melayani air baku di Kabupaten Konawe sebesar 511 liter per detik, dan mereduksi banjir hingga 443,34 meter kubik per detik,” kata Agus.
Dalam kunjungan ke Sulawesi Tenggara pada Sabtu (21/10), Basuki merespons isu Bendungan Ameroro longsor. Menurut dia, bendungan tersebut tak roboh dan pekerjaannya masih sesuai target.
”Bukan bendungannya roboh, tetapi itu bekas galian struktur sebelumnya. Akhir November, Bendungan Ameroro akan diisi, supaya pada Desember bisa diresmikan,” kata Basuki.
Sedangkan Agus Safari mengatakan, isu longsornya bendungan tersebut merupakan kesalahan informasi. Agus juga membenarkan pengisian Bendungan Ameroro akan segera dilaksanakan.
”Itu bukan longsor, tetapi galian dinding kiri struktur spillway. Jadi timbunan tanah yang dianggap longsor tersebut digunakan sebagai metode kerja untuk jalan akses alat berat agar dapat melindungi permukaan beton yang telah ada serta sebagai dudukan alat berat,” terang Agus.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
