
Nicholas Saputra berdiskusi dengan tim Gen Z Bergerak: Bakti untuk Indonesia. (Istimewa)
JawaPos.com - Dua artis kenamaan tanah air, yaitu Nicholas Saputra dan Happy Salma menghidupkan narasi penting dalam sebuah video berdurasi 8 menit 27 detik. Video berjudul 'Gen Z Bergerak: Bakti untuk Indonesia' itu dirilis di kanal YouTube.
Video dengan konsep semi dokumenter tersebut menggambarkan empat tim mahasiswa dalam menjalankan program pengabdian masyarakat di empat desa wisata.
Nicholas Saputra dan Happy Salma memiliki peran penting dalam video itu, khususnya dalam menghidupkan narasi tentang kisah inspiratif.
Bagaimana ide dari generasi muda dapat bersinergi dengan kearifan lokal untuk menciptakan perubahan positif di masyarakat.
Melalui video tersebut, para penonton diajak untuk melihat kecantikan sekaligus potensi wisata dari empat desa wisata.
Misalnya pesona laut jernih dan populasi penyu di Desa Wisata Pulau Derawan, Kalimantan Timur dan gerak lincah kawanan lumba-lumba dan debur ombak di perairan Desa Teluk Kiluan, Lampung.
Selain itu, para penonton juga disuguhi kecantikan alam Desa Wisata Edelweiss Wonokitri di Lumajang Jawa Timur, dan eksotisme Danau Zamrud -danau gambut kedua terbesar di dunia- di Desa Wisata Dayun, Riau.
Bukan hanya menghidupkan narasi dalam video berdurasi 8 menit, Nicholas Saputra dan Happy Salma ternyata ikut memonitor secara langsung jalannya program ini di lapangan.
Bahkan, Nicholas Saputra dan Happy Salma ikut serta berdialog dengan mahasiswa dan masyarakat untuk tujuan mendorong kolaborasi, hingga terlibat secara langsung dalam pelaksanaan program.
"Melihat langsung semangat dan inovasi dari adik-adik Generasi Z Berbakti memberikan harapan besar. Mereka tidak hanya membawa ilmu, tapi juga hati untuk berkolaborasi dengan masyarakat. Inilah esensi dari pengabdian yang tulus dan berdampak," kata Nicholas Saputra dalam keterangannya.
4 tim yang ada dalam project video Gen Z Bergerak: Bakti untuk Indonesia merupakan pemenang program Gen Z Berbakti di 4 desa wisata binaan Bakti BCA.
4 tim tersebut merupakan mahasiswa yang berasal dari empat kampus berbeda. Mereka turun ke masyarakat untuk tujuan mendorong inovasi dan kemajuan untuk memudahkan kehidupan mereka.
Ada yang dari kampus UI. Tim ini mengambil lokasi di Desa Wisata Edelweiss Wonokitri, Jawa Timur dan menjalankan aksi konservasi edelweiss melalui program “Jurnal Edelweiss”, dengan memasang 2 alat pemantauan curah hujan dan mitigasi risiko longsor.
Ada tim dari kampus UNSRAT yang melakukan pengabdian masyarakat di Desa Wisata Pulau Derawan, Kalimantan Timur dengan menjalankan program terkait masalah kesehatan dan sanitasi.
Mereka memasang alat filter air menggunakan sistem filtrasi dan UV sterilizer, instalasi 1 unit alat bioseptic di penginapan terapung Derawan, dan membangun 1 unit alat biogas satu tahap dengan memanfaatkan limbah organik rumah tangga dan usaha kuliner.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
