Terdakwa kasus penyalahgunaan narkoba Fariz RM. (Shafa Nadia/Jawa Pos)
JawaPos.com-Harapan Fariz RM mendengar hasil putusan atas kasus penyalahgunaan narkoba yang menimpanya gagal terwujud. Sebab, sidang putusan yang semestinya digelar pada Kamis (4/9) secara daring ditunda oleh pihak Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Kuasa hukum Fariz, Griffinly Mewoh mengungkapkan, penundaan itu dilakukan berdasarkan permintaan dari pihaknya. Sebab, mereka ingin sidang putusan dilaksanakan secara tatap muka.
"Ya ini kan agenda putusan, berarti sidang terakhir. Yang ibaratnya napas hidup terakhir Mas Fariz. Makanya kami minta sidang terakhir offline, di mana Mas Fariz ikut hadir," tutur Griffinly.
Pelaksanaan sidang online tidak mempertemukan antara Fariz dengan tim kuasa hukumnya. Sebab, sang legenda musik tanah air berusia 66 tahun itu tetap berada di rumah tahanan. Sedangkan, pengacaranya menjalani sidang di pengadilan.
Karena itu, sidang putusan kembali dijadwalkan peka depan. Tepatnya pada Kamis (11/9). Griffinly pun memastikan bahwa kliennya akan dihadirkan secara langsung di pengadilan. "Makanya ditunda supaya bisa sidang offline, baik penasehat hukum maupun terdakwa untuk hadir di persidangan," jelasnya.
Dia menuturkan bahwa Fariz sudah siap secara mental mendengar putusan majelis hakim. Sekalipun jika hasilnya tidak sesuai dengan harapan pelantun lagu Sakura itu, yakni menjalani rehabilitasi. Dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi.
"Kalau Mas Fariz sudah siap dengan segala situasi. Apapun yang terjadi, apapun putusan yang diberikan, Mas Fariz sudah siap menerimanya," ujarnya. Griffinly menyatakan, Fariz sudah pasrah dengan proses hukum yang menimpanya.
Bahkan, Fariz juga sudah berpesan kepada tim kuasa hukumnya untuk tidak mengajukan banding. "Tidak akan ada penolakan kalau berdasarkan permintaan Mas Fariz. Bahwa 'udah bro, apapun putusannya kalau direhab Alhamdulillah. kalau diputus pidana penjara ya udah tidak usah ada banding-banding," jelasnya.
Walau sejatinya, Fariz masih memiliki harapan besar untuk bisa sembuh dan menjalani masa hukumannya di tempat rehabilitasi. Pasalnya, berdasarkan fakta-fakta persidangan, Griffinly menegaskan bahwa Fariz merupakan korban dari penyalahgunaan narkoba, bukan pengedar.
"Harapan kami masih sama, majelis hakim bisa mempertimbangkan itu dan diputus rehabilitasi buat Mas Fariz," harap Griffinly. Sebagaimana diketahui, Fariz dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 800 juta subsider 3 bulan dalam kasus narkoba.
Adapun hal-hal yang dianggap memberatkan Fariz adalah tindakannya dinilai melanggar program pemerintah untuk memerangi narkotika. Selain itu, ini juga merupakan kali keempat dia tersandung kasus serupa. Sementara yang meringankan karena Fariz bersikap kooperatif selama menjalani persidangan.
Fariz ditangkap terakhir kali di Bandung, Jawa Barat pada 18 Februari lalu. Dari hasil penggeledahan, terdakwa terbukti menyimpan barang bukti sabu seberat 0,89 gram dan ganja 7,4 gram. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Rapid Vienna vs Hearts: Tuan Rumah Terancam Tumbang di Liga Konferensi Eropa
Prediksi Skor Viking FK vs Dinamo Zagreb: Purgeri Diprediksi Menang Tipis di Norwegia!
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor AEK Athens vs Levski Sofia di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Tuan Rumah Menang!
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Prediksi Skor Celje vs Slovan Bratislava di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Berujung Penalti?
Prediksi Skor Lyon vs Fenerbahce di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Kans Les Gones Menang!
Kiai Ta’in Tebuireng Dipolisikan Jelang Muktamar NU, TAAT Pasang Badan
Prediksi Skor Rapid Wien vs Hearts di Play-off Liga Konferensi Eropa: Tim Tamu Dijagokan Lolos!
