
Korban dugaan penipuan oleh Lisa Mariana menunjukkan bukti yang dilaporkan ke Polrestabes Surabaya. (istimewa)
JawaPos.com – Seorang wanita bernama Ayu melaporkan selebgram Lisa Mariana ke Polrestabes Surabaya atas dugaan penipuan transaksi jual beli melalui platform Live TikTok. Laporan itu dibuat pada Selasa malam (27/5) setelah Ayu merasa dirugikan usai memesan produk piyama yang dijual Lisa secara live.
Ayu menjelaskan, awalnya ia tertarik mengikuti Live TikTok Lisa setelah mendengar nama selebgram tersebut mencuat di publik karena isu yang melibatkan salah satu mantan gubernur. Dari rasa penasaran itu, Ayu lalu mengikuti siaran langsung Lisa yang menawarkan produk piyama dengan harga jauh di bawah pasaran.
"Dia bilang piyamanya original, harganya Rp 400 ribuan padahal biasanya sekitar Rp 1,5 juta," ungkap Ayu.
Tergiur dengan tawaran itu, Ayu yang tinggal di kawasan Bubutan, Surabaya, langsung membeli tiga piyama dengan total harga Rp 1,1 juta pada 16 Mei lalu. Tak berhenti di situ, keesokan harinya ia kembali melakukan pemesanan dua piyama tambahan seharga Rp 700 ribu karena ada promo diskon.
Total uang yang dikeluarkan Ayu mencapai Rp 1,8 juta untuk lima piyama merek Victoria’s Secret. Namun, hingga beberapa hari setelah estimasi pengiriman yang dijanjikan pada 17 Mei, barang tersebut tak kunjung dikirim.
"Sudah saya tagih, tapi malah dibalas dengan kata-kata tidak enak," keluh Ayu.
Karena merasa tidak mendapatkan kejelasan dan respons yang memadai, Ayu akhirnya melaporkan Lisa Mariana ke pihak kepolisian atas dugaan penipuan. Ia juga menduga bahwa dirinya bukan satu-satunya korban.
Setidaknya sudah ada dua orang lain yang menghubunginya dan mengaku mengalami kejadian serupa setelah bertransaksi lewat Live TikTok Lisa. Jawa Pos telah mencoba menghubungi dua kuasa hukum Lisa Mariana, yaitu Markus Nababan dan John Boy Nababan, melalui pesan tertulis.
Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari pihak kuasa hukum. Sementara itu, pihak Polrestabes Surabaya menyatakan akan melakukan pengecekan terlebih dahulu terhadap laporan tersebut.
"Nanti kami cek dulu," ujar Kasihumas Polrestabes Surabaya AKP Rina Shanty Dewi.
Kasus ini menjadi sorotan karena semakin banyaknya transaksi jual beli melalui Live TikTok yang tidak disertai kejelasan sistem perlindungan konsumen. Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati saat melakukan pembelian secara online, terutama dari individu atau toko yang belum tepercaya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
