JawaPos.com - Pengacara Agus Salim korban penyiraman dengan air keras, Farhat Abbas, menilai bahwa pengunduran diri Pratiwi Noviyanthi atau akrab disapa Novi dari yayasan tidak tepat dilakukan saat ini.
Pasalnya, Novi belum menyelesaikan secara tuntas tugas dan tanggung jawabnya atas polemik dana hasil donasi untuk Agus Salim mengingat uangnya masih ada di yayasan sampai sekarang.
"Mengaku memiliki tanggung jawab moril kepada para donatur atas uang donasi, sudah sedemikian rupa tiba-tiba mundur, itu menurut saya nggak elok gitu ya," kata Farhat Abbas kepada wartawan, Rabu (25/12).
Dia pun mempertanyakan apakah motivasi Novi mundur dari yayasan. Farhat Abbas menduga, mundurnya Novi dari yayasan hanya secara legalitas saja. Namun pada kenyataanya yayasan itu akan tetap dikuasai dan dikendalikan oleh Novi.
"Setahu saya itu yayasan pribadinya, dia bisa seenaknya mengangkat PLT, mengangkat ini, mengatur itu. Kan penggantian ketua yayasan hanya sekedar sebagai sarana legalitas," kata Farhat Abbas.
Mantan suami Nia Daniaty juga mempertanyakan apakah Novi memutuskan mundur dari yayasan untuk tujuan menghindari dampak negatif yang muncul dari kontroversi dari dieinya menguasai uang hasil donasi Agus Salim.
"Apakah itu hanya untuk menghindari pemeriksaan sebagai ketua Yayasan ? Tapi mundurnya mulai kapan, yang jelas untuk terkait Agus tetap saja tanggung jawab itu ada pada dia, orang yang pada zamannya, pada masanya," ucap Farhat Abbas.
"Di mana dia itu adalah orang yang memiliki otoritas atau punya tanggung jawab terhadap yayasan dan keterkaitan dengan persoalan-persoalan hukum, persoalan administrasi, maupun persoalan sosial baik hubungan antar lembaga maupun masyarakat yang terkait dengan organisasi yayasan tersebut," imbuhnya.
Ketika Novi masih tetap menguasai yayasan meski tidak lagi menjadi ketua yayasan, bagi Farhat Abbas, hal itu hanyalah mundur mundur munduran saja.
"Saya yakin saat ini terkait dengan donasi, saya sudah mulai mencapai titik terang bahwa Agus nggak diobati sama sekali. Akhirnya matanya sembuh sendiri. Tinggal yang menjadi persoalan apakah dana yang diperuntukkan untuk Agus itu masih betah ditahan lama-lama sama yayasan ? Nggak mau dibalikin saja ? Masih mau bernarasi dan berargumentasi?," tuturnya.