
Artis dan aktivis lingkungan Nadia Mulya. (Istimewa)
JawaPos.com - Artis dan presenter Nadia Mulya bersama para pegiat lingkungan lainnya menggagas aksi bersih-bersih alat peraga kampanye (APK) yang ada di kawasan Jakarta Selatan. Kolaborasi ini terbentuk antara komunitas Langit Biru Pertiwi, relawan Progresif, komunitas Penguin, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan beberapa pemangku kepentingan lainnya.
Langit Biru Pertiwi sejak 2016 rutin menggelar aksi beach clean up maupun bersih-bersih lokasi lainnya serta mengedukasi masyarakat terkait pelestarian lingkungan dan mitigasi dampak climate change.
“Di sini kami berkumpul bukan untuk partai atau paslon tertentu, tetapi untuk bumi. Kami terganggu melihat banyaknya limbah APK yang berserakan. Inilah saatnya kita bersatu, tidak hanya mengembalikan kebersihan, tapi juga mengubah limbah menjadi sesuatu yang berguna," ujar Nadia yang juga merupakan bagian dari Langit Biru Pertiwi dalam keterangan tertulisnya.
Kegiatan ini jelasnya bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih sehingga menciptakan suasana kondusif menjelang Pemilu.
"Jelang Pemilu maka mari kita bersih-bersih APK demi suasana kondusif bangsa," tuturnya.
Sekretaris Humas Progresif, Andrian Wanabakti Cader menambahkan, kegiatan pembersihan ini merupakan arahan dari direktur Nasional Progresif Eka Sastra untuk menyebarkan kampanye hijau sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan pasca pemilu.
"Kami terlibat pada aksi Kampanye Hijau ini karena resah melihat banyaknya APK yang mengotori jalan-jalan, pantai hingga pohon," jelas Andrian.
Ia menambahkan selain mengumpulkan limbah APK, mereka akan mengundang masyarakat dan media untuk memberikan eksposur yang luas sehingga publik dapat terlibat terhadap aktivitas lingkungan di sekitar mereka.
"Dengan mengundang masyarakat luas dan media, kami ingin menunjukkan bahwa kolaborasi ini bukan hanya tentang pembersihan, tapi sebuah gerakan untuk kesadaran lingkungan," jelas Andrian.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan dalam kampanye ini adalah penggunaan limbah APK menjadi produk daur ulang yang bernilai.
"Kami terinspirasi oleh pesan Almarhum Bapak Doni Monardo (Eks Ketua BNPB), 'Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita'. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk mengubah limbah APK menjadi tote bag yang akan digunakan dalam aksi ini," terang Andrian.
Hasil limbah APK akan dibawa ke lokasi pengolahan lebih lanjut dan dibuat menjadi tote bag serta Gate BNPB dari material daur ulang, sebagai simbol perlindungan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
