
Irfan Hakim tidak sampai hati memecat para karyawannya meskipun usahanya ditutup akibat Covid-19. Dia mengalihkan para karyawan dengan menjadi kru Youtube. (Abdul Rahman/JawaPos.com)
JawaPos.com-Presenter Irfan Hakim telah membeli kain kafan dan penutup keranda dengan kualitas sangat baik sekitar 10 tahun silam. Dia membelinya di momen melaksanakan ibadah di tanah suci. Kedua barang itu akan digunakan ketika Irfan meninggal suatu saat kelak.
Selain itu, lelaki 46 tahun itu juga telah mempersiapkan pemakaman dirinya dan keluarga. Irfan Hakim bercerita, luas tanah pemakaman untuk dirinya dan keluarga sangat luas. Kendati tak meyebut pasti luas tanahnya, ia memastikan luasnya mencapai ribuan meter persegi.
"Bagus banget view tanah makamnya, luasnya berapa ribu meter gitu. Lokasinya bagus, view juga bagus. Sempat ada yang bilang nggak dibikin villa saja? Nggak, ini rumah masa depan sesungguhnya," kata Irfan Hakim saat ditemui di bilangan Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (23/8).
Ide untuk membeli tanah pemakaman keluarga datang setelah Irfan Hakim ingat tentang adiknya meninggal dunia saat kelas 2 SD dan kuburannya sudah tak tahu sekarang ada di mana. Dari sana, Irfan lantas kepikiran untuk menyatukan semua anggota keluarga dalam satu lokasi areal pemakaman.
Memberi tahu sang istri tentang pembelian tanah makam keluarga tidak ada kesulitan berarti, karena dia sudah satu pandangan dengan Irfan Hakim. Akan tetapi Irfan merasa kesulitan saat harus memberi tahu keluarga besar.
"Yang mendebarkan ketika membeli lahan tanah untuk makam, karena pada waktu itu semua keluarga masih komplet, takut penerimaannya beda. Tapi saya beli dulu baru kasih tahu sedikit demi sedikit. Keluarga besar sih paham," tutur Irfan Hakim.
Anak-anak juga sudah diberi tahu tentang lokasi tanah makam keluarga. Irfan Hakim bahkan sudah mengajak mereka ke sana dan memberi tahu posisi pemakamannya ke anak apabila ia meninggal suatu saat nanti. "Kita bercanda-bercanda saja sih sama anak, ayah nanti di sini, ya. Kalau buat keluarga lain kayaknya nggak lucu ya," ujar lelaki asal Bandung itu.
Bagi Irfan Hakim, kematian adalah suatu kepastian meskipun tidak ada yang tahu kapan kematian akan datang. Jalan terbaiknya adalah dengan mempersipakan diri. Sebagai orang beragama, Irfan Hakim percaya kehidupan sesungguhnya setelah kematian."Itu bukan ketakutan sesungguhnya, tapi sebuah kesiapan. Siap nggak siap, takut nggak takut, itu (kematian) akan terjadi," kata Irfan. (*)

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
