Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Juli 2022 | 01.11 WIB

Baim Wong Daftarkan Citayam Fashion Week, Kritikus Mode Sindir Keras

Area Citayam Fashion Week terlihat masih ramai dikunjungi oleh masyarakat mulai dari anak muda hingga orang tua,  Sabtu (30/7/2022). Zebra cross yang digunakan kegiatan fashion show kini hanya menjadi sarana penyeberangan pejalan kaki. Namun, masih ada be - Image

Area Citayam Fashion Week terlihat masih ramai dikunjungi oleh masyarakat mulai dari anak muda hingga orang tua, Sabtu (30/7/2022). Zebra cross yang digunakan kegiatan fashion show kini hanya menjadi sarana penyeberangan pejalan kaki. Namun, masih ada be

JawaPos.com - Pasangan selebriti Baim Wong dan Paula Verhoeven mengundang polemik dengan mendaftarkan merek dagang Citayam Fashion Week melalui perusahaan pribadi PT Tiger Wong Entertainment kepada Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI). Media sosial mereka diserang netizen yang menuding mereka hanya memanfaatkan para anak muda Citayam dan Bojong Gede yang menciptakan kreasi tersebut.

Kritikus Mode Sonny Muchlison pun bereaksi keras soal ini. Dia menyindir Paula dan Baim Wong hanya asas manfaat. Sonny menilai Paula dan Baim Wong tak mengerti tujuan awal ide kreatif ini bukan semata-mata hanya untuk bisnis dan komersil.

“(Paula dan Baim) ya pansos banget, asas manfaat saja. Paula enggak tahu tujuan latar belakang anak-anak itu sebetulnya beda. Semuanya nebeng semua, nular semuanya. Pejabat juga sama,” tegasnya kepada JawaPos.com, Senin (25/7).

Menurut Sonny, seseorang dalam memilih pakaian atau busana adalah pilihannya sesuai selera mereka. Hal itu pula yang ditunjukkan oleh anak-anak pinggiran ibu kota dalam Citayam Fashion Week. Ketika hal itu sudah dimanfaatkan untuk tujuan komersil, kata dia, maka ia menyesalkan niat tersebut.

“Citayam Fashion Week itu kita hargai sebagai effort seorang ingin berpenampilan. Berpakaian kan HAM, saat itu jadi dimanfaatkan jadi lain hal. Semuanya mendompleng,” ungkapnya.

Menurut Sonny, kepolosan anak-anak muda dalam peragaan Citayam Fashion Week sebetulnya memang karena mereka ingin berkreasi. Dengan adanya media sosial, kata Sonny, maka momen ini menjadi viral.

“Aksesnya gampang, ada KRL. Itu yang membuat mereka datang. Mereka enggak ada niatan apa-apa saat mereka itu datang. Sebagian ada yang sudah putus sekolah nih. Dengan modal media sosial seperti Tik Tok, mereka datang, simple sesederhana itu. Enggak tahunya itu jadi viral, unusual, enggak biasa. Semuanya jadi bahan gimmick perkotaan,” kata Sonny.

“Dan ini dimanfaatkan oleh orang per orang jadi cerita, dibaca orang, makanya pejabat pun datang ke situ,” ungkapnya.

Bukan untuk Materi

Menurut Sonny, anak-anak muda dalam Citayam Fashion Week tak mencari materi atau uang saat menciptakan momen itu. Namun ketika hal ini didaftarkan terkait hak intelektual untuk mendapatkan hak cipta atas label tersebut, maka seolah-olah, kata Sonny, ada upaya mengulurkan tangan untuk mengangkat derajat Citayam Fashion Week demi materi.

“HAKI itu kan sangat sulit, berbeda lagi, urusan HAKI itu kan hal lain lagi. HAKI kan pakai uji materi dan bisa 3 tahunan. Tapi dalam kasus Paula dan Baim Wong, ini ada orang seolah-olah mau jadi pahlawan kesiangan begitu, jadi penyelamat begitu. Seolah-olah, aduh kasihan ya kita angkat deh. Jangan heran kalau setelah ini di seluruh pulau Jawa akan ada week-week ini karena tujuannya beda,” tukasnya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore