
Photo
JawaPos.com - Operasi bentall yang dijalani Chef Haryo di Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta, berjalan lancar. Kini dia dalam proses pemulihan dan berada di ruang kamar perawatan di rumah sakit tersebut.
Sherly, istri Chef Haryo mengungkapkan semua biaya operasi dan perawatan yang dijalani ditanggung oleh BPJS. Dia bersyukur sekali pengeluaran biaya bisa ditekan dengan memanfaatkan jaminan kesehatan program pemerintah.
"Lumayan ngeluarin uang juga sih. Untuk obat- obatan, makan, penginapan aku di hotel karena pagi-pagi sudah di rumah sakit dokter minta beli pampers dan lain-lain. Tapi Alhamdulillah sangat terbantu oleh BPJS," kata Sherly kepada JawaPos.com Sabtu (23/10).
Kondisi kesehatan Chef Haryo kini terbilang stabil. Meski belum bisa berdiri, namun ia dapat berbicara dengan sangat baik. Selera makan chef berusia 46 tahun itu juga terbilang baik. Sudah bisa makan makanan Padang selama tidak pedas, gado-gado dan yang lainnya.
Chef Haryo juga rutin menjalani fisioterapi gerak untuk melatih otot-ototnya cepat pulih kembali. Menurut dokter kepada Sherly, perkembangan proses pemulihan Chef Haryo terbilang cepat dibandingkan pasien lain yang juga menjalani operasi bentall.
"Kata dokter sesuai yang diharapkan. Karena dikhawatirkan suaranya hilang setelah operasi bentall. Alhamdulillah suaranya baik, tetap dengan karakter suara Chef Haryo," paparnya.
Chef Haryo melaksanakan operasi bentall di Rumah Sakit Harapan Kita demi kesembuhan diseksi aorta kronis de bakey stanford type A yang dideritanya sejak sekitar 2 tahun belakangan. Tindakan operasi tersebut dilaksanakan pada Jumat, 1 Oktober 2021.
Sekedar informasi, operasi bentall termasuk tindakan medis tersulit karena bisa menyebabkan kematian. Sebelum dilakukan pemotongan bagian aorta, fungsi jantung dan paru-paru digantikan oleh mesin. Kemudian suhu badan pasien diturunkan secara perlahan sampai mencapai 24-26 derajat celsius atau separuh temperatur tubuh manusia normal.
Penurunan suhu badan dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi aktivitas otak agar tidak terlalu membutuhkan banyak darah. Setelah itu, darah kemudian dikuras dari tubuh. Aliran darah ke liver, ginjal, paru, apalagi jantung, usus, dan otot dihentikan. Akan tetapi aliran darah ke otak tidak boleh terhenti karena bisa mengakibatkan koma atau bahkan kematian.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
