
Weda (tengah) merilis lagu To Die For diproduseri Rian D
JawaPos.com- Disela-sela penggarapan film Musyrik, Wedananda Mahawira Ciptawan yang terlibat dalam project film itu tanpa sengaja berkenalan dengan vokalis grup musik D'Masiv, Rian Ekky Pradipta. Pertemuan keduanya itu ternyata melahirkan keberkahan tersendiri bagi mereka berdua. Sebab mereka kini berkolaborasi menghadirkan karya di dunia musik.
Rian D'Msiv bersama label miliknya Semesta Musik Indonesia memproduseri Weda dan merilis single bertajuk To Die For pada hari ini. Rian memutuskan memproduseri Weda sebab ia melihat penyanyi muda ini memiliki bakat terpendem di dunia musik, di luar dunia akting yang lebih dulu digelutinya.
“Dari ngobrol dan mendengar dia bernyanyi, saya melihat sesuatu yang unik yang ada dalam dirinya. Ia punya jenis suara yang khas yang tidak saya temui pada penyanyi lain,” ujar Rian D'Masiv dalam jumpa pers virtual Sabtu (21/8).
Di samping dunia akting, Weda yang lahir di Kota Pahlawan Surabaya itu memang menyenangi dunia tarik suara sudah sejak lama. Dia bahkan memiliki keterampilan menulis lirik lagu. Sudah ada puluhan lagu yang berhasil dibuatnya namun masih untuk konsumsi diri sendiri.
Melihat warna vokal Weda yang potensial, Rian D'Masiv tanpa perlu pertimbangan panjang untuk mengajaknya kolaborasi. Rian pun menuliskan lagu baru untuk dinyanyikan Weda, To Die For. Menurut Rian, single ini awalnya diperuntukkan sebagai original soundtrack film Musyrik. Tapi akhirnya ia putuskan menjadi debut single Weda di dunia musik tanah air.
“Tidak seperti penyanyi baru yang kadang tidak tahu arahnya mau seperti apa, saya melihat Weda punya visi dan misi ke depan yang cukup clear. Dari referensi musik yang jelas sesuai dengan umurnya, ia tahu dan mampu memvisualkan dirinya bakal menjadi penyanyi seperti apa nanti,” kata Rian D'Masiv.
Meskipun To Die For ditulis oleh Rian, Weda mengaku lagu ini relate sekali dengan kisah percintaannya sebagai anak remaja. Lirik lagunya mengusung bahasa Indonesia kendati judulnya berbahasa Inggris agar memiliki nuansa kekinian.
Weda mengungkapkan, penggarapan single To Die For tidak memakan waktu terlalu lama. Penggarapan lagu ini dibantu oleh Rayen Pono, penyanyi sekaligus vocal coach Indonesian Idol. Di single Weda ini, Rayen didapuk menjadi arranger sekaligus pengarah vokal.
Weda mengaku sangat terbantu oleh arahan dan masukan dari Rayen Pono. “Aku merasa mas Rayen benar-benar tahu bagaimana karakter vokalku dan dia bisa mendorong segenap kemampuan bernyanyiku dengan mengajarkan berbagai teknik vokal yang aku sebelumnya tidak terlalu mengerti,” kata Weda.
Rian D'Masiv mengungkapkan dirinya sudah menyiapkan beberapa rencana ke depan untuk Weda. Salah satunya adalah mempersiapkan album penuh yang berisi lagu-lagu ciptaan Weda sendiri.
Sekadar informasi, single To Die For adalah karya teranyar Rian D'Masiv baik sebagai produser sekaligus penulis lagu. Sebelumnya, Rian juga menggarap lagu untuk beberapa penyanyi dan band. Beberapa diantara adalah Rossa, Afgan, Nidji dan Noah.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
