
Indra Lesmana kembali akan tampil bersama putrinya, Eva Celia dalam Senggigi Sunset Jazz 2018, di pantai Senggigi, pada 9 Desember mendatang.
JawaPos.com - Meninggalnya drummer kenamaan tanah air, Benny Mustafa, meninggalkan duka bagi keluarga dan juga sejumlah musisi tanah air. Hal itu juga dirasakan oleh musisi Indra Lesmana.
"Hari ini kita kehilangan seorang musisi besar," tulisnya melalui postingan di Instagram Jumat (2/7).
Indra Lesmana mengaku termasuk orang yang besar bersama Benny Mustafa. Dia pun kerap berinteraksi dengan almarhum mengingat rumahnya dulu berdekatan dengan rumah Benny.
"Saya lahir dan dibesarkan dirumah dimana Om Ben selalu berada disekitar kami. Beliau adalah sahabat almarhum ayah saya dan merupakan drummer jazz yang swinging dan inovatif," tuturnya.
Dia menyatakan, satu satunya legenda musik jazz dari Indonesian All Stars yang tersisa hanya tersisa Benny Mustafa. Namun dengan meninggalnya musisi berusia 81 tahun itu, kini mereka semua sudah tiada. "Selamat jalan Om Ben. @bennymustafavd. Indonesia telah kehilangan seorang seniman besar. #ripbennymustafa," tutupnya.
Pengamat Musik Stanley Tulung mengungkapkan, Benny Mustafa Van Diest meninggal dunia tadi pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Almarhum menghembuskan napas terakhir di rumahnya. Informasi tersebut diketahuinya dari orang dekat almarhum.
Stanley Tulung juga menyatakan, Benny Mustafa meninggal bukan karena Covid-19. "Bukan Covid ya. Meninggalnya di rumah," ucapnya kepada JawaPos.com, Jumat (2/7).
Lebih lanjut dia mengungkapkan, Benny Mustafa memang mengalami masalah pada bagian jantung. Akibat sakit yang dideritanya tersebut, ia sempat mendapatkan penanganan medis. "Beberapa tahun belakangan ada masalah jantung dan sempat pasang ring," tuturnya.
Benny Mustafa adalah salah satu drummer terbaik di era 60-an dan 70-an. Ia lahir di Jakarta, 22 September 1939. Dia menghembuskan napas terakhir di usia 81 tahun.
Selama berkarir di dunia musik, ia sempat tergabung dalam formasi awal Eka Sapta Band bersama Bing Slamet, Eitje Cumaunang, Ireng Maulana, Idris Sardi, Darmono dan Mulyono. Bersama Mus Mualim, Benny Mustofa membentuk grup pengiring Mus Mustafa.
Dia juga tergabung dalam Indonesian All Stars bersama Jack Lesmana, Bubi Chen, Jopie Chen, dan Maryono. Mereka sempat kolaborasi dengan Tony Scott pemain klarinet asal Amerika
Indonesian All Stars dan sempat main di Berlin Jazz Festival.
Benny Mustafa pernah ikut lawatan Soekarno ke Eropa bersama Orkes Irama (Jack Lesmana, Idris Sardi, Bubi Chen, Darmono dan Lody Ite) dengan barisan penyanyi Bing Slamet, Nien Lesmana, Titiek Puspa, dan Munif Bahasuan.
Benny Mustafa juga bergabung dengan Ireng Maulana All Stars dan sempat bermain di Kuis Berpacu Dalam Melodi di TVRI dengan pembawa acara Koes Hendratmo. Di tahun 1970, Benny Mustafa sempat ikut misi kebudayan ke Osaka EXPO di Jepang, Indonesia 6th bersama Mus Mualim (piano), Sadikin Zuchra (gitar), Idris Sardi (biola), Maryono (saksofon) dan Tjok Sinsoe (bass).

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
