Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 25 April 2021 | 03.38 WIB

RR Ayu Maulida Putri Goes to Miss Universe 2020

RR Ayu Maulida Putri. (Instagram @ayumaulida97) - Image

RR Ayu Maulida Putri. (Instagram @ayumaulida97)

Tertunda setahun lebih akibat pandemi, kontes Miss Universe 2020 siap diadakan. Malam puncak akan berlangsung pada 16 Mei di Seminole Hard Rock Hotel & Casino, Hollywood, Florida, AS. Puteri Indonesia 2020 RR Ayu Maulida Putri membawa Merah Putih berlaga di kontes kecantikan yang memasuki tahun penyelenggaraan ke-69 itu.

---

MISS Universe 2020 akan menjadi momen berkesan bagi Ayuma, sapaan gadis asal Surabaya itu. Sarjana hukum lulusan Universitas Airlangga yang juga dikenal sebagai model tersebut akan menjalani karantina hingga kontes dimulai pada bulan puasa sekaligus dalam masa pandemi. Sama-sama menuntutnya untuk menjaga kondisi fisik.

Ditemui usai konferensi pers Kamis sore (22/4), Ayuma menuturkan bahwa berpuasa di luar negeri sambil mengikuti kontes bukanlah kali pertama. ’’Saya 2019 pas ikut Face of Asia di Korea Selatan juga lagi puasa kok,’’ ujarnya.

Yang penting ialah menyeimbangkan pola makan dengan kegiatan. ’’Nggak boleh yang terlalu diet. Plus, dari Mustika Ratu sudah membekali dengan suplemen herbal,’’ katanya.

Ayuma menata jadwal makan saat karantina agar puasanya lancar meski durasinya lebih lama. Saat berbuka puasa, dia akan mengonsumsi makanan cukup gizi. ’’Pas puasa, makan sehari sekali udah cukup. Untuk sahur, saya minum air putih 1–1,5 liter. Vitamin C nggak boleh lupa,’’ paparnya.

Tim Miss Universe Organization (MUO) selaku penyelenggara menetapkan sejumlah protokol kesehatan yang harus diikuti peserta mulai karantina hingga malam final. ’’Pokoknya, di sana bakal sangat ketat,’’ ucap perempuan 23 tahun itu.

Suhu tubuh Ayuma beserta 71 kontestan lainnya akan sering dicek. Para kontestan juga harus menerapkan physical distancing. Hand sanitizer bakal disediakan di berbagai titik sehingga mudah dijangkau. ’’Harus pakai masker, kecuali lagi on stage. Makanya, ini bawa stok masker banyak,’’ jelas Ayuma.

Rencananya, Ayuma bertolak ke Florida Selasa (27/4) mendatang. Sebelumnya, dia harus menjalani tes swab PCR sebagai salah satu syarat tim MUO untuk seluruh kontestan.

Untuk menjaga daya tahan tubuh, Ayuma menjalani segala persiapan. Dia sudah mendapat vaksin Covid-19 dua kali. Kegiatan dan mobilitasnya pun dibatasi sehingga tidak terlampau sering keluar ruangan dan bertemu banyak orang. ’’Juga minum jamu dan suplemen,’’ tuturnya.

Ayuma pun semakin yakin menjalani kompetisi. Dia sudah mempersiapkan diri dengan matang. Untuk public speaking, pemilik tinggi 179 cm itu belajar dan berlatih dengan Talk Up Indonesia. Kemampuan berbahasa Inggris juga diasah dengan latihan mandiri dan bantuan Wall Street English. Di setiap kesempatan, pemenang Face of Asia 2019 tersebut memperbanyak penggunaan bahasa Inggris.

Ayuma telah memperkuat program pendampingan yang akan dia bawa ke platform Miss Universe. Misalnya, program Senyum Desa yang dibentuk Ayuma bersama teman-temannya pada 2017. Fokusnya adalah pembangunan dan pemberdayaan pedesaan beserta penduduknya. Juga, proyek Beautiful Indonesia yang berfokus pada pemberdayaan wisata Indonesia di masa pandemi. ’’Alhamdulillah didukung Pemprov Jatim dan tim yang ada di Bali serta Jawa Barat,’’ ungkap Ayuma.

Yang tak kalah penting adalah keterampilan catwalk ala kontes. Hal itu sangat dibutuhkan di babak preliminary, yang punya andil besar dalam penentuan Top 21 di malam final. Ke-72 peserta akan menampilkan swimsuit dan gaun malam. Berbekal kemampuan catwalk, pengalaman sebagai model, dan latihan bersama tim YPI, Ayuma siap menampilkan performa terbaik.

Baca Juga: Mudik Awal ke Surabaya dengan Syarat Ketat

Dengan segala persiapan, Ayuma pun memohon dukungan. Baik doa maupun vote. Sebab, untuk Top 21, ada satu spot yang diberikan khusus untuk peserta dengan vote tertinggi di aplikasi Miss Universe. ’’Mohon doanya supaya bisa tetap sehat dan semuanya lancar sampai nanti saya selesai bertanding. Wish me luck,’’ imbuhnya.

Adibusana Komodo nan Elegan



SALAH satu yang menarik dari ajang Miss Universe adalah kompetisi kostum nasional. Puteri Indonesia 2020 RR Ayu Maulida Putri akan membawakan karya Diana M. Putri dari Diana Couture serta Yuling Hoo dan Silvy Prajogo dari Le Ciel Design. Kostum itu diberi nama Komodo: An Indonesian Prehistoric Heritage.

Pemilihan komodo, satwa endemik Indonesia, tidak terlepas dari masukan tim Yayasan Puteri Indonesia (YPI). Hal itu mengacu pada konsep acara pemilihan Puteri Indonesia 2020 dan Pulau Komodo sebagai salah satu destinasi wisata Indonesia yang diprioritaskan. ’’Konsepnya, kami mau gabungkan citra komodo yang kuat dan garang dengan konsep adibusana yang elegan dan cantik,’’ ujar Diana, desainer asal Surabaya yang karyanya sudah melanglang buana, saat dihubungi kemarin sore (23/4).

Berbeda dengan tren kostum nasional yang sering menonjolkan aspek meriah ala karnaval, tahun ini kostum nasional yang diusung berkonsep adibusana. Hal itu menyesuaikan gaya desain Diana di koleksi-koleksi sebelumnya. Siluet gaun dibuat mengikuti tubuh Ayuma dan dilengkapi bagian ekor. ’’Saya bikin gaun karena kalau bodysuit, sudah pernah ada yang pakai,’’ tambah Diana.

Untuk menonjolkan aspek adibusana, Diana menggunakan material sekuin tiga dimensi dengan gradasi emas dan leather sebagai bahan dasar gaun. Di bagian belakang, tubuh Ayuma semakin terekspos dengan material body stocking dan korset.

Selain menonjolkan aspek adibusana, aspek seni kriya atau handcraft juga dimunculkan dengan detail busana. Di sekujur kostum, Yuling dan Silvy menambahkan sekitar 5.000 pelat logam dengan gradasi warna yang menyerupai sisik komodo. Yakni, rustic gold, tembaga, dan black gold. Agar semakin chic, aksesori earcuff dikenakan Ayuma.

Sisi garang kostum juga terlihat dari detail komodo. Di antaranya, kepala komodo yang menjadi headpiece, sarung tangan yang menyerupai cakar, dan ekor di bagian belakang gaun. ’’Direncanakan sejak tahun lalu. Proses pembuatannya 6 bulan,’’ kata Yuling.

Tak hanya elegan dan modis, kostum tersebut mengandung unsur inovasi dengan sistem mekatronika. Yakni, lampu LED merah di bagian atas dada dan tangan yang bisa menyala.

Salah satu tantangan tim desain ialah bagaimana membuat kabel dan perangkat elektronik seminimalis dan serapi mungkin. Caranya, membuat detail berupa peplum di bagian pinggang Ayuma. ’’Jadi, selain buat estetika, itu juga untuk menutupi kabel-kabel di sekitarnya,’’ imbuh Diana.




Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=yDjZm-gDs6M

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore