Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 7 Maret 2021 | 19.04 WIB

Butet Kartaredjasa Tanam Singkong hingga Bikin Channel YouTube

BIKIN LARIS: Omzet warung makan yang diulas Butet Kertaredjasa melejit. (YOUTUBE BUTET KARTAREDJASA) - Image

BIKIN LARIS: Omzet warung makan yang diulas Butet Kertaredjasa melejit. (YOUTUBE BUTET KARTAREDJASA)

PANDEMI tak menghentikan kreativitas seniman Butet Kartaredjasa. Ketika panggung tak lagi mampu menjadi tulang punggung, dia memilih bercocok tanam dan membikin konten YouTube.

Pandemi membuat Butet memahami bahwa saat ini terjadi musibah bersama. Kondisi darurat kolektif membuat semua profesi terkena imbas. Tak terkecuali, seniman dan budayawan. Karena itu, semua diharapkan berpikir positif untuk membangun harapan demi sebuah kehidupan.

Butet tak ingin diprioritaskan atau malah dimanjakan. Bila memang tak ada kesempatan untuk bermain teater, dia menganggapnya suatu keniscayaan.

Sebab, dalam kondisi pandemi, keegoisan itu berbahaya. Bisa melahirkan klaster baru Covid-19. Apalagi, menjadi tak adil ketika semua orang berpikir menyelamatkan kehidupan. ”Kok saya mau enaknya sendiri main teater. Itu gak bener,” katanya.

Memang ada seniman yang sampai menyurati Presiden Jokowi agar diizinkan membuat event. Yang menjadi tanda tanya, apa atas nama profesi lantas mau mengorbankan yang lainnya. ”Seharusnya berpikir, kalau tidak dapat dari sini, cari sumber baru dong. Aku aja cocok tanam,” celotehnya.

Akhirnya, menanam singkong dan lemon menjadi pilihan.”Saya ajak seniman yang memiliki hobi sama. Kawan yang bekerja di ladang, saya yang mendorong,” terangnya.

Dengan menjadi petani dadakan ini, Butet merasakan betul penderitaan petani. Mulai sulitnya menjual hasil panen hingga harga hasil panen yang murah. Karena itu, makanan olahan menjadi pilihannya.

Karena itu, singkong hasil panennya akan diolah menjadi tepung Mocaf sebagai bahan campuran roti tawar bagi penderita diabetes. ”Saya pelajari dari yang lebih dulu mengetahui Mocaf. Ternyata potensinya besar untuk ekspor. Kalau seniman lain mau belajar, ya bisa,” ujarnya.

Dalam menjalani pekerjaan sebagai petani, Butet mendapat ide yang melimpah ruah. Butet membayangkan perkebunan luas bisa dijadikan destinasi wisata yang mengombinasikan seni budaya dengan pertanian. ”Kalau ada konser musik, monolog, karnaval seni di tengah kebun singkong, ini jelas jadi destinasi wisata,” ujarnya. Infrastrukturnya bisa dari tanah desa. Mungkin menyewa. Yang kemudian warga sekitar bisa menanam di tanah itu. Pengunjung bisa makan olahan singkong atau malah membawa pulang oleh-oleh lemon.

Baca juga: Food Estate dan Pertahanan Negara, dari Singkong hingga Devisa

Dia menuturkan, job yang kosong juga diisi dengan berbagai aktivitas seperti melukis di keramik. Namun, waktu luang itu masih begitu banyak. ”Waktune turah, jadi coba bikin channel YouTube,” paparnya. Membikin konten YouTube memiliki keasyikan tersendiri. Misalnya, saat membikin konten kuliner dengan mengunjungi berbagai wisata kuliner. ”Jumlah pengunjung di tempat makan yang saya ulas bisa naik 100 persen. Bahkan lebih,” ungkapnya. Dia mendapat informasi tersebut dari para pemilik tempat makan. ”Dari yang sehari hanya menyediakan 6 kg daging bisa menjadi lebih dari 12 kg daging per hari,” jelasnya.

Baca juga: Maksa Tampil, Butet Kartaredjasa Buat Bingung Djaduk Ferianto

Kondisi itu membuat Butet merasa jauh lebih bermanfaat bagi banyak orang. ”Itulah keasyikannya. Memang, sejak awal saya pencinta kuliner dan punya usaha kuliner,” ungkapnya.

Aktivitas seniman panggung tak benar-benar ditinggalkannya. Beberapa waktu lalu, dia menghelat teater daring bersama Happy Salma dan kawan-kawan. ”Tak disangka, 5.000 orang yang menonton dengan harga tiket Rp 50 ribu,” ujarnya.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

https://youtu.be/YJpg9yO1jTQ

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore