
BIKIN LARIS: Omzet warung makan yang diulas Butet Kertaredjasa melejit. (YOUTUBE BUTET KARTAREDJASA)
PANDEMI tak menghentikan kreativitas seniman Butet Kartaredjasa. Ketika panggung tak lagi mampu menjadi tulang punggung, dia memilih bercocok tanam dan membikin konten YouTube.
Pandemi membuat Butet memahami bahwa saat ini terjadi musibah bersama. Kondisi darurat kolektif membuat semua profesi terkena imbas. Tak terkecuali, seniman dan budayawan. Karena itu, semua diharapkan berpikir positif untuk membangun harapan demi sebuah kehidupan.
Butet tak ingin diprioritaskan atau malah dimanjakan. Bila memang tak ada kesempatan untuk bermain teater, dia menganggapnya suatu keniscayaan.
Sebab, dalam kondisi pandemi, keegoisan itu berbahaya. Bisa melahirkan klaster baru Covid-19. Apalagi, menjadi tak adil ketika semua orang berpikir menyelamatkan kehidupan. ”Kok saya mau enaknya sendiri main teater. Itu gak bener,” katanya.
Memang ada seniman yang sampai menyurati Presiden Jokowi agar diizinkan membuat event. Yang menjadi tanda tanya, apa atas nama profesi lantas mau mengorbankan yang lainnya. ”Seharusnya berpikir, kalau tidak dapat dari sini, cari sumber baru dong. Aku aja cocok tanam,” celotehnya.
Akhirnya, menanam singkong dan lemon menjadi pilihan.”Saya ajak seniman yang memiliki hobi sama. Kawan yang bekerja di ladang, saya yang mendorong,” terangnya.
Dengan menjadi petani dadakan ini, Butet merasakan betul penderitaan petani. Mulai sulitnya menjual hasil panen hingga harga hasil panen yang murah. Karena itu, makanan olahan menjadi pilihannya.
Karena itu, singkong hasil panennya akan diolah menjadi tepung Mocaf sebagai bahan campuran roti tawar bagi penderita diabetes. ”Saya pelajari dari yang lebih dulu mengetahui Mocaf. Ternyata potensinya besar untuk ekspor. Kalau seniman lain mau belajar, ya bisa,” ujarnya.
Dalam menjalani pekerjaan sebagai petani, Butet mendapat ide yang melimpah ruah. Butet membayangkan perkebunan luas bisa dijadikan destinasi wisata yang mengombinasikan seni budaya dengan pertanian. ”Kalau ada konser musik, monolog, karnaval seni di tengah kebun singkong, ini jelas jadi destinasi wisata,” ujarnya. Infrastrukturnya bisa dari tanah desa. Mungkin menyewa. Yang kemudian warga sekitar bisa menanam di tanah itu. Pengunjung bisa makan olahan singkong atau malah membawa pulang oleh-oleh lemon.
Baca juga: Food Estate dan Pertahanan Negara, dari Singkong hingga Devisa
Dia menuturkan, job yang kosong juga diisi dengan berbagai aktivitas seperti melukis di keramik. Namun, waktu luang itu masih begitu banyak. ”Waktune turah, jadi coba bikin channel YouTube,” paparnya. Membikin konten YouTube memiliki keasyikan tersendiri. Misalnya, saat membikin konten kuliner dengan mengunjungi berbagai wisata kuliner. ”Jumlah pengunjung di tempat makan yang saya ulas bisa naik 100 persen. Bahkan lebih,” ungkapnya. Dia mendapat informasi tersebut dari para pemilik tempat makan. ”Dari yang sehari hanya menyediakan 6 kg daging bisa menjadi lebih dari 12 kg daging per hari,” jelasnya.
Baca juga: Maksa Tampil, Butet Kartaredjasa Buat Bingung Djaduk Ferianto
Kondisi itu membuat Butet merasa jauh lebih bermanfaat bagi banyak orang. ”Itulah keasyikannya. Memang, sejak awal saya pencinta kuliner dan punya usaha kuliner,” ungkapnya.
Aktivitas seniman panggung tak benar-benar ditinggalkannya. Beberapa waktu lalu, dia menghelat teater daring bersama Happy Salma dan kawan-kawan. ”Tak disangka, 5.000 orang yang menonton dengan harga tiket Rp 50 ribu,” ujarnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/YJpg9yO1jTQ

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
