
Penyanyi dangdut Ratu Meta dan suaminya, Eddy Faisal saat menghadiri upacara 17 Agustus di Istana Negara. (Nagaswara)
JawaPos.com - Pedangdut Ratu Meta tengah dirundung kesedihan mendalam. Ia kehilangan ayah dan ibunya dalam waktu berdekatan.
Ibunya Sekarningsih meninggal pada Minggu (9/1) di usia 56 tahun. Dua hari kemudian, giliran ayahnya Mamat Hendi Mulyadi menyusul menghadap Sang Khalik di usia 66 tahun.
Ratu Meta mengatakan bahwa ibunya meninggal akibat mengalami masalah pada bagian jantung. Sementara ayahnya menderita penyakit diabetes sudah cukup lama.
"Pasti sangat sedih. Saya khawatir sebenarnya sama papa saya karena yang sakit parah itu papa saya. Tapi yang meminggal duluan mama. Sehabis pulang dari Turki saya bolak balik Jakarta- Garut melihat kondisi papa yang semakin ke sini semakin nge-drop," kata Ratu Meta kepada JawaPos.com Rabu (13/1).
Artis di bawah naungan Nagaswara itu sama sekali tidak menyangka kalau ibunya akan meninggal secepat ini. Sebab kondisi kesehatannya bisa dibilang stabil. "Mama sih sehat, hari Rabu masih sempat ngaji, ngobrol biasa. Ternyata mamaku yang meninggal duluan," ungkapnya sedih.
Dia mengaku belum optimal membahagiakan ayah dan ibunya. Sayangnya, Tuhan berkehendak lain dengan memanggil mereka lebih cepat. "Aku belum maksimal membahagiakan orang tuaku," katanya lesu.
Ratu Meta mengatakan bahwa ayahnya meninggal di pelukannya tidak lama setelah ia tiba di Garut. "Siangnya saya janji sama papa saya mau kasih air zamzam. Saya pulang dari Karawang ke Jakarta dulu buat ambil air zamzam di rumah. Terus saya ke Garut saya bawain air zamzam. Saya baca shalawat, saya ngajiin yasin. Beliau meninggal di pelukan aku," tuturnya.
Ratu Meta mengungkapkan, kedua orangtuanya sangat berjasa menghantarkannya ke gerbang kesuksesan sebagai penyanyi. Mereka memberikan dukungan penuh kepada dirinya untuk menekuni dunia keartisan.
"Mama ngedukung sekali saya nyanyi. Banyak teman-teman ikut merasa kehilangan. Mama saya memang suka ketemu sama teman-teman saya," tuturnya.
Salah satu teman Ratu Meta yang ikut merasa kehilangan adalah penyanyi Bebizie. Dia rela pulang dari luar kota begitu mendengar kabar orang tua Ratu Meta meninggal dunia.
"Bebizie bilang, aku buru-buru datang katanya. Dia bilang kalau nggak ada kamu suka ngobrol sama mama," katanya menirukan perkataan Bebizie.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
