Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Juli 2020 | 02.04 WIB

Pengalaman Iqbaal Ramadhan Berperan jadi Burung Perkutut

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Untuk pertama kalinya, kemampuan akting Iqbaal Ramadhan diuji dengan memerankan karakter seekor burung perkutut. Peran ini ia jalankan dalam podcast Sandiwara Sastra.

Saat pertama ditawarkan, ia langsung tertarik karena mendapat karakter yang unik. "Ini pertama kalinya aku akting bukan sebagai manusia, super interesting. Ini ada permainan karakter dan banyak dibantu Mas Gunawan Maryanto (sutradara "Sandiwara Sastra")," ujar pemain film Bumi Manusia itu, Senin (6/7).

Iqbaal menceritakan, meski berperan sebagai burung, bukan berarti ia selalu berbicara dengan bahasa burung. Menurutnya tetap ada dialog yang akan dimengerti oleh orang yang mendengarkan.

"Ini bukan manusia memang, tapi gimana bisa menyuarakan suara burung tapi bisa dimengerti juga dengan orang-orang. Ini burungnya jadi kayak manusia. Itu menarik sekali sih," jelasnya.

Pemain film Dilan 1990 itu juga banyak dibantu oleh Ardinia Wirasti dalam proses pendalaman karakternya. Ia juga sempat mencari tahu soal karakter burung perkutut melalui internet.

"Ini menarik banget karena kita mencoba membuat suara yang cukup khas tapi kita juga nggak membunyikan suara perkutut, tapi disaat bersamaan kita juga pengin orang tahu kalau ini adalah perkutut," katanya.

Sandiwara Sastra sendiri merupakan alih wahana sastra dalam bentuk sandiwara audio dengan durasi 30 menit. Podcast ini melibatkan 27 aktor dan aktris kenamaan Tanah Air.

Sandiwara Sastra tahap satu ini, berisi alih wahana dari 10 karya sastra yakni adaptasi dari novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari, Helen dan Sukanta karya Pidi Baiq, cerpen Kemerdekaan karya Putu Wijaya, cerpen Mencari Herman karya Dewi Lestari, cerpen Berita dari Kebayoran karya Pramoedya Ananta Toer dan adaptasi novel Lalita karya Ayu Utami.

Selain itu, ada empat novel dan cerpen yang sedang dalam proses adaptasi sehingga secara keseluruhan pada tahap satu ada 10 karya sastra yang dialih wahanakan.

Editor: Banu Adikara
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore