
Pemain film Lorong Winky Wiryawan saat media visit ke redaksi JawaPos.com, Jakarta, Senin (13/8/2019). Dirilis pada 12 September mendatang, film garapan dari MVP Pictures itu akan mempertemukan Prisia dengan aktor Winky Wiryawan. Film Lorong sendiri berce
JawaPos.com - Aktor dan DJ Winky Wiryawan adalah salah satu selebritas yang memiliki jiwa patriot besar di dalam dirinya. Rasa cinta negara itu ditanam oleh sang kakek yang merupakan seorang Purnawirawan TNI AD.
Winky menceritakan, sang kakek yang bernama Wing Wiryawan adalah salah satu perwira tinggi di era perjuangan kemerdekaan lalu. Berpangkat Mayor Jenderal TNI AD, Winky betul-betul dididik untuk mencintai Indonesia.
"Saya ini cucu seorang jenderal TNI AD. Kakek saya berjuang real time saat itu sampai di medan tempur yang sulit. Makanya, saya melewati masa kecil saya dengan didikan ABRI," ungkap Winky saat mampir ke kantor Jawa Pos, Graha Pena, Jakarta beberapa hari lalu.
Jiwa patriotik yang ditanamkan sang kakek akhirnya membuat pemeran film Jelangkung itu tak pernah melewati prosesi upacara 17 Agustus setiap tahun pada masa kecilnya. Bahkan, dia juga melakukannya di rumah.
"Saya jadi menghargai sekali perjuangan pahlawan. Saya selalu upacara di rumah dan di sekolah. Malah sering dibawa ke kavaleri zaman dulu karena keluarga saya sangat kental dengan tentara. Setiap 17 Agustus tuh momen yang ditunggu," ujarnya tersenyum.
Winky juga sering diceritakan oleh sang kakek tentang sejarah perjuangan para pahlawan hingga makna Pancasila. Dia berharap generasi muda juga bisa mengisi kemerdekaan sesuai nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila.
Untuk relevansinya dengan profesinya sebagai seniman dan pelaku industri kreatif, Winky berharap pemerintah semakin membuka akses dan mewadahi fasilitas seluas-luasnya agar lebih bebas berkreasi. Sebagai bangsa yang merdeka, generasi muda kini sudah lebih bebas berpendapat lewat media sosial.
Namun , merdeka bukan berarti kebablasan. Mereka tetap harus bertanggung jawab dengan segala perbuatan mereka. Di satu sisi, Winky juga merasa bahwa kebebasan dalam berekspresi juga tidak seharusnya dikekang oleh terlalu banyak aturan.
"Maraknya teknologi dan kreativitas tak bisa dibendung lagi. Semua orang bebas berekspresi dan berpendapat. Hanya saja kebebasan jangan terlalu dikekang aturan. Memang menurut saya membuat sensor itu bagus, tapi harus tahu mana yang benar dan tidak. Sehingga aturannya tak terlalu kaku," tutupnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
