
Diandra Gautama bercerita soal momen hijrah.
JawaPos.com - Pembalap mobil cantik Diandra Gautama semakin dikenal publik setelah dirinya berhijrab. Dian begitu perempuan cantik itu disapa, merupakan pembalap wanita pertama yang memutuskan untuk berhijrah dengan menutup rambutnya dengan kerudung.
Dian merupakan seorang pembalap yang banyak berlaga di event balap Indonesian Sentul Series of Motorsport (ISSOM). Dalam momentum Hijab Celebration Day bersama HIJUP, Dian menceritakan bagaimana dirinya terketuk untuk berhijrah.
"Hijrah itu proses sih. Pada saat ini pun meski sudah tutup aurat dengan benar, saya masih menjalani hijrah. Hijrah sampai kita meningal. Hijrah tetep istiqamah di jalan Allah," katanya kepada wartawan, Sabtu (17/2).
Diandra sejak dulu ingin mengenakan kerudung. Dua sempat khawatir karirnya di dunua otomotif akan tertutup seiring dengan dirinya berhijab. Namun ketakutan itu akhir ya tak terbukti.
"Karena ada pekerjaan di dunia otomotif saya sempat takut apa dengan pakai kerudung akan memutuskan rezeki, ternyata tidak. Justru Alhamdulillah rezeki makin banyak, sekarang sering menjadi narasumber memberi inspirasi untuk teman-teman," ungkapnya tersenyum.
Awal mula dirinya berhijrah ternyata saat itu ketika dirinya datang ke kajian agama islam. "Ustadnya bilang hadist yang cukup membuat saya tergerak bahwa kalian tahu enggak sih para gadis satu langkah keluar dari rumah tanpa menutup aurat, dekat dengan api neraka," kata Diandra.
Maka segala tantangan dan ketakutan itu langsung dihadapinya dengan keyakinan. Diandra pasrah dengan segala rezeki yang akan diberikan Tuhan.
"Yang paling penting jika ingin istiqamah itu kita harus ingat kematian. Ingat akhirat," tegasnya.
Lifestyle Busana Muslim Diandra
Setelah berhijrah, Diandra juga menggandeng fashion stylist yang mendandani dirinya di setiap kesempatan. Dian paling suka dengan gaya romantic dan feminin dengan kerudung yang sederhana.
"Saya ini maupun apapun busananya, kerudungnya tetap begini. Simple. Sempat sih coba pasmina atau turban, tapi enggak cocok. Nah kalau warna, saya tetap pilih nude dan pastel," jelasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
