Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 23 Juli 2018 | 18.05 WIB

Sambut Hari Anak Nasional, Young Lex Terlibat Kampanye 'Stop Bullying'

Ilustrasi bullying di sekolah. The Bub Hub - Image

Ilustrasi bullying di sekolah. The Bub Hub

JawaPos.com - Siapa tak kenal sosok Young Lex, penyanyi rap serta video creator yang kerap menjadi kontroversi. Di tengah pro dan kontra akan karya yang diciptakan dirinya, ia justru menyuarakan gerakan positif dengan sikap anti bullying bareng Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).


Dalam menyambut Hari Anak Nasional, sebagai Lembaga Negara yang konsen pada perlindungan anak maka KPAI memandang perlu mengandeng banyak pihak. Terutama para artis muda yang aktif di media sosial dan memiliki banyak fans untuk mengampanyekan stop bullying.


Maka, KPAI bekerjasama dengan Young Lex dan Surya Film melakukan road show ke sejumlah sekolah di 13 kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Depok, Bogor, Bekasi, Tangerang, Semarang, Solo, Jogjakarta, Malang, Surabaya, Medan, Palembang, dan Makassar. Roadshow berlangsung mulai 17-31 Juli 2018.


Young Lex adalah sosok yang memiliki banyak pengikut di media social dan juga banyak hatters yang kerap membullynya di dunia maya. Namun, Lex begitu tangguh menghadapi cyber bully yang hampir setiap hari diterimanya. Lex melawan pembullynya dengan karya dan kerja keras.


Sedangkan Surya Film adalah rumah produksi yang mengangkat dampak buruk cyber bully bagi siapapun, apalagi terhadap anak-anak. Para artis film 'AIB CYBER BULLY' juga ikut dalam roadshow ke sekolah-sekolah dan berdialog langsung dengan ratusan siswa di sekolah-sekolah tersebut.


"Di sekolah-sekolah tersebut KPAI menyosialisasikan dampak buruk bully bagi tumbuh kembang anak. Dan Young Lex menyampaikan tips menghadapi cyber bully. Dan para artis Surya Film menyampaikan pengalaman mereka di bully saat menjadi siswa di SMP dan SMA dan bagaimana harus berjuang mengatasinya," kata Komisioner KPAI bidang pendidikan Retno Listyarti, Senin (23/7).


Bahkan di sejumlah sekolah ada beberapa siswa yang menyampaikan kisah bully yang dialaminya dan membuat mentalnya down sementara orang dewasa di sekitarnya tidak mau membantunya mengatasi masalahnya. Momen ini biasanya saat yang mengharukan dan banyak yang terdiam dan meneteskan air mata.


Rangkaian acara kampanye bullying ke sekolah ditutup dengan memilih 5 siswa yang akan menjadi duta stop bullying di sekolah. Kemudian KPAI, Kepala Sekolah, Duta Stop Bullying dan seluruh siswa peserta melakukan pembacaan petisi secara bersama-sama dengan ditandai cap telapak tangan yang menyimbolkan tolak bully dan kekerasan dalam bentuk apapun.


“KPAI berharap, roadshow dan kampanye stop bullying dengan sejumlah artis ini yang membawa pesan stop bullying ini akan memberikan dampak positif dan menurunnya perilaku bully, baik di dunia nyata maupun cyber bully di dunia maya,” tegas Retno. 

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore