
Fenita Arie mengenakan jilbab.
JawaPos.com - Ramadan dan Lebaran tahun ini sangat berbeda untuk Fenita Arie. Terlebih saat ini, penampilannya terlihat lebih tertutup dengan hijab. Tentunya, perubahan tersebut membawa Fenita untuk lebih serius mendalami ilmu agama.
Selama Ramadan, ungkap Fenita, ia mengaku merasa belum cukup mendalami ilmu agama. Sebab, paling penting dari semua ilmu yang telah ia pelajari selama Ramadan adalah mempraktikkannya seusai puasa. Sehingga dibutuhkan konsistensi.
Setelah memutuskan untuk berhijab, ia pun semakin mantap memperdalam ilmu agama. Ia pun semakin rajin mengikuti kajian agama dan terus mencari tahu sisi mendalam dari esensi ibadah. Kemudian ia pelan-pelan menerapakannya dalam kehidupan sehari-hari, terutama mengajarkan nilai kebaikan kepada sang buah hati seperti melakukan puasa penuh selama Ramadan.
"Banyak hal-hal positif yang saya rasakan setelah berhijab. Sekarang jadi lebih bisa nahan emosi. Karena malu kalo sampek marah-marah, sedangkan hijab identik dengan citra Muslim yang terkenal dengan kasih sayang dan cinta damai," ungkap Fenita Arie beberapa waktu lalu di Gandaria City Jakarta.
Istri dari Arie Untung itu mengaku butuh waktu yang cukup lama untuk mengambil keputusan mengubah penampilan tertutupnya tersebut. Awalnya, ia menganggap hijab akan memberi banyak batasan terutama soal pekerjaan. Namun setelah mendapatkan hidayah akhirnya ia merasakan banyak kemuliaan dari berhijab.
"Aku masih newbie dalam hijab. Dulu ketika tertahan mau berhijab, mikirnya pasti akan ada banyak batasan, ternyata setelah nyoba sendiri jauh lebih nikmat dan banyak kemuliaan yang didapat," tambahnya.
Perihal gaya fashion yang nyaman ia kenakan sekarang, Feni ingin tampil lebih edgy dan minimalis namun tetap elegan. Diakuinya tidak terlalu banyak perubahan dengan sebelumnya, hanya saja saat ini lebih tertutup sesuai dengan syariat yang ada.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
