
Umi Pipik./ YouTube Alanabi Channel
JawaPos.com - Candaan Gus Miftah yang menyinggung soal penjual es teh di acara pengajian di Jawa Tengah beberapa Waktu lalu menuai kecaman dari banyak pihak. Pasalnya, kata kurang elok dari pria yang kini menjadi Utusan Khusus Presiden dianggap tidak layak untuk diungkapkan oleh sekelas tokoh agama.
Kecaman terhadap Gus Miftah juga datang dari pendakwah Pipik Dian Irawati atau kerap disapa Umi Pipik. Dia menilai, pernyataan Gus Miftah sudah masuk ke ranah menghina penjual es teh dan terkesan menyombongkan diri.
"Belajarlah seperti padi, semakin tinggi semakin menunduk. Semakin tinggi ilmu maka harusnya semakin menunduk. Apa yang mau disombongkan dari ilmu, jika ilmu yang ada justru untuk menghina orang," tulis Umi Pipik melalui unggahannya di Instagram Story.
Umi Pipik mengingatkan manusia sangat kecil di mata Allah. Jika Tuhan berkehendak, Dia bisa mengubah garis hidup manusia 180 derajat berubah dalam sekejab.
"Ingat, Allah bisa membuat orang pintar jadi bodoh, Allah bisa membuat orang kaya jadi miskin, dan bisa membuat yang miskin jadi kaya. Allah berkuasa, jadi jangan sombong," Umi Pipik mengingatkan.
Umi Pipik mengaku sedih melihat video viral berisi pernyataan Gus Miftah yang berkata kasar. Dia pun mendoakan supaya penjual es teh diangkat derajatnya oleh Allah SWT sehingga dimudahkan dalam memenuhi kewajiban kepada keluarga, termasuk dalam hal membiayai pendidikan anak-anaknya sampai tuntas.
"Dan anak-anak bapak bisa sukses tanpa meminta belas kasihan orang," doa Umi Pipik.
Sebelumnya, viral di media sosial potongan video yang memperlihatkan Gus Miftah berkata kasar untuk tujuan bercanda dengan penjual es teh di sebuah acara pengajian.
Video itu menjadi sorotan publik luas karena Gus Miftah dianggap netizen telah mengolok-olok penjual es teh. Bahkan ada yang menyebut, pernyataan Gus Miftah sudah menghinakan penjual es teh.
Atas kontroversi yang terjadi, Gus Miftah minta maaf dengan mendatangi kediaman penjual es teh secara langsung. Mereka pun saling bermaafan terkait peristiwa tidak mengenakkan yang terjadi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
