
Reza Rahadian./ YouTube Deddy Corbuzier
JawaPos.com - Aktor Reza Rahadian ikut mengamati jalannya debat capres yang berlangsung antara Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) beberapa waktu lalu.
Menurut pemeran Habibie dalam film Habibie & Ainun, sistem atau aturan dalam debat capres tidak mengarahkan ke sebuah perdebatan yang serius. Bagi Reza Rahadian, debat yang berjalan mirip dengan sebuah diskusi atau bahkan cerdas cermat.
"Aku lebih melihat pertanyaan yang dilemparkan panelis, dijawab, dan ditanggapi. Aturannya saja tidak mengarahkan ke debat, menurutku ya," aku Reza Rahadian dalam podcast YouTube Deddy Corbuzier.
Namanya sebuah perdebatan, dalam bayangan Reza Rahadian, harus muncul ide atau pemikiran yang berbeda dari setiap capres. Dan perbedaan itu harus terlihat dengan cukup jelas dari masing-masing calon presiden.
Aturan debat yang tidak diarahkan ke sebuah perdebatan yang sesungguhnya terlihat dalam daftar pertanyaan yang disiapkan. Bagi Reza Rahadian, sejumlah pertanyaan tersebut memang tidak berusaha menggali secara tajam dan dalam terkait pemikiran dari setiap capres.
"Itu kan ada 18 amplop dengan pertanyaan random, tapi sesuai topik. Tapi ada pertanyaan yang menurut aku tidak memberikan kesempatan pada capres-capres ini untuk menjawab dengan perspektif berbeda karena pertanyaannya hampir mirip," tuturnya.
"Ketika pertanyaannya cenderung generik dan hampir mirip, bagaimana kita berekspektasi bisa mendapatkan jawaban yang berbeda ? Jadi tidak heran ketika ada capres menjawab, saya tidak perlu panjang jawabnya, memang nggak perlu," imbuh Reza Rahadian.
Reza Rahadian menilai, Indonesia tidak punya kultur debat. Dia pun melihat sejak debat capres digelar untuk pertama kalinya dalam pemilu tahun 2004 silam, tidak muncul debat selayaknya sebuah perdebatan.
Dengan sistem debat yang kini berjalan, bagi Reza Rahadian, publik hanya akan mendapatkan visi misi dalam acara debat. Karena pertanyaan yang diajukan cenderung umum dan mirip.
"Aku tidak melihat kita punya kultur debat," tandas Reza Rahadian.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
