Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 Oktober 2021 | 03.30 WIB

Chef Haryo Belum Dapat Dibangunkan Pasca Operasi, Ini Penyebabnya

Chef Haryo (kanan) - Image

Chef Haryo (kanan)

JawaPos.com - Chef Haryo awalnya akan dibangunkan badannya hari ini Sabtu (2/10) pasca operasi bentall di rumah sakit Harapan Kita, Jakarta, Jumat kemarin. Informasi tersebut diketahui Sherly, istri Chef Haryo dari pihak rumah sakit.

Akan tetapi sampai sore ini Chef Haryo belum dapat disadarkan dengan pertimbangan masih perlu waktu untuk mengistirahatkan organ-organ tubuh lelaki yang sudah memutuskan hijrah tersebut.

"Belum mas. Mas Haryo masih belum dibangunkan karena harus lebih banyak istirahat dulu organ-organnya. Doakan mas," kata Sherly kepada JawaPos.com.

Chef Haryo belum dibangunkan hari ini atas pertimbangan dokter, mengingat operasi yang dilakukan cukup banyak, termasuk melakukan penggantian katup jantung. "Jadi dokter memilih untuk menstabilkan dulu," katanya lebih lanjut.

Chef Haryo sendiri mengalami diseksi aorta kronis de bakey stanford type A kurang lebih 2 tahun belakangan. Awalnya ia tidak memilih operasi sebagai solusi penyembuhan karena tidak mau anggota tubuhnya dipotong-potong. Ia sempat mencari penyembuhan lewat jalur pengobatan alternatif.

Namun setelah melakukan salat Istikharah memohon petunjuk kepada Tuhan, ia akhirnya mau melakukan tindakan operasi.

Sekedar informasi, operasi bentall termasuk tindakan medis tersulit karena bisa menyebabkan kematian. Sebelum dilakukan pemotongan bagian aorta, fungsi jantung dan paru-paru digantikan oleh mesin pengganti fungsi jantung dan paru-paru. Kemudian suhu badan pasien diturunkan secara perlahan sampai mencapai 24-26 derajat celsius atau separo temperatur tubuh manusia normal.

Penurunan suhu badan dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi aktivitas otak supaya tidak terlalu membutuhkan banyak darah. Setelah suhu mencapai derajat yang dibutuhkan, darah kemudian dikuras dari tubuh. Aliran darah ke liver, ginjal, paru, apalagi jantung, usus, dan otot dihentikan. Tetapi aliran darah ke otak tidak boleh terhenti supaya pasien tidak meninggal atau koma.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore