
Tompi. (Imam Husein/Jawa Pos)
JawaPos.com - Viral di media sosial memperlihatkan sejumlah orang melakukan aksi demonstrasi di depan klinik kecantikan milik dr. Tompi yang terletak di bilangan Bintaro, Tangerang Selatan.
Dalam video tersebut, terlihat sejumlah petugas kepolisian mengamankan massa demo yang hampir kesemuanya berjenis kelamin laki-laki. Aksi demonstrasi ini tidak ada keterkaitan dengan ketidakpuasan para pelanggan terhadap treatment kecantikan yang dilakukan dr. Tompi di klinik tersebut.
Massa aksi demo diduga sengaja mencari-cari kesalahan setelah diduga keinginan mereka tidak terwujud.
"Permasalahannya kan, setiap ada usaha baru, bangunan baru, selalu ada yang begini begini. Kalian sudah tahu lah apa (motif) yang sebenarnya. Coba saja tanya sama mereka," kata dr. Tompi kepada JawaPos.com, Senin (25/9).
Baca Juga: Tompi: Musik Sebagai Syiar Layak Dikembangkan
Massa aksi mempersoalkan terkait bagian dari kali yang ditutup di dekat lokasi klinik kecantikan. dr. Tompi menegaskan bukan dirinya yang melakukan penutupan itu mengingat bagian kali tersebut sudah lama sekali ditutup sebelum tanahnya dibelinya.
Baca Juga: Tompi hingga Dewa Budjana Gelar Konser Amal untuk Korban Gempa Cianjur
"Waktu saya beli tanah itu, sudah dalam keadaan tertutup. Jadi bukan saya yang menutup. Mereka menuduh saya yang menutup. Itu sudah puluhan tahun begitu, bukan saya," jelas dr. Tompi.
Lebih lanjut sahabat dekat mendiang Glenn Fredly mengatakan sudah bertanya terkait penutupan bagian kali yang sebenarnya juga bermanfaat bagi para pejalan kaki. Dari informasi yang dihimpun dr. Tompi, penutupan tersebut ternyata telah mengantongi izin.
"Saya tanyakan yang nutup. Ternyata sudah ada izin dari dinas perairan. Itu kan dekat dengan pejalan kaki, yang penting kalinya dibersihin. Kalau mau protes ya protes lah sama yang menutup itu dulu puluhan tahun, bukan ke saya," terangnya.
dr. Tompi juga menegaskan sempat bertemu dengan masyarakat sekitar lokasi klinik secara langsung. Mereka juga sempat mengungkapkan keinginan agar mempekerjakan warga sekitar.
dr. Tompi pun memberikan jawaban tegas dan lugas akan memberikan jatah untuk warga sekitar supaya bisa bekerja di klinik kecantikannya.
"Soal keinginan untuk bekerja di project ini, saya sudah bilang, sudah ketemu sama masyarakat, silakan kalau memang ada kompetensi, mau melamar, masukin lamaran," tuturnya.
"Nanti akan dipanggil ditraining, diajarin supaya sesuai dengan standar. Mereka itu maunya harus pakai punya mereka, sistem mereka. Ya tidak bisa donk. Kan kita ada batasannya, ada tata caranya," imbuh dr. Tompi.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
