Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Mei 2020 | 17.28 WIB

Cinta Penelope Ungkap Perbedaan di Indonesia dan Turki

Cinta Penelope . Abdul Rahman/JPC - Image

Cinta Penelope . Abdul Rahman/JPC

JawaPos.com - Cinta Penelope melaksanakan ibadah Ramadan tahun ini di negeri suaminya, Taha Gokhan Arikan, di Turki. Ini sejatinya adalah tahun ketiga bagi dia berada di negeri hampir 100 persen penduduknya muslim tersebut.

“Ini sudah Ramadan aku ketiga sebetulnya. Karena sebelumnya aku memang kerja di sini, dua tahun lalu aku lebaran disini, tapi tahun kemarin aku Ramadan di Jakarta,” kata Cinta penelope kepada JawaPos.com.

Salah satu momen yang sangat disenanginya ketika melaksanakan Ramadan di Turki adalah antusiasme orang-orang di sana ketika berbuka puasa. Masyarakat Turki memiliki tradisi buka puasa di jalanan dengan membawa meja dari rumah dan dibikin panjang. Namun karena saat ini terjadi wabah virus korona atau Covid-19, hal itu tidak terjadi di Ramadan kali ini.

Selain itu, Cinta Penelope juga senang ketika Ramadan berkumpul dengan orang-orang Indonesia di Turki. “Paling kumpul sesama Indonesia aja di sini waktu dua tahun lalu,” kenangnya.

Cukup lama tinggal di sana, Cinta Penelope mulai melihat perbedaan Indonesia dan Turki. Yang paling mencolok, kata perempuan 36 tahun itu, adalah perhatian pemerintah dan masyarakat pada binatang. Diungkapkan Cinta, binatang di jalanan diperlakukan dengan sangat baik layaknya binatang piaraan di rumah oleh pemerintah setempat.

“Kalau perbedaannya sih yang paling mencolok adalah perhatian pada binatang. Aku tahu di Indonesia banyak juga orang penyayang binatang. Tapi sering sekali kita mendengar kucing ditendang dan segala macam. Kalau di sini kucing di jalanan kayak kucing rumahan,” kata Cinta Penelope.

“Dari pemerintahannya dikasih makan di jalanan, buat burung dikasih makan, anjing disiapkan makanannya dan disiapkan klinik dan semuanya gratis. Kepedulian pada binatang di sini tinggi banget,” imbuhnya.

Selain itu, Cinta Penelope melihat masyarakat Turki termasuk pekerja keras. Ketika anak sudah berumur 17 tahun, dia sudah harus bisa mencari penghasilan sendiri dan tidak lagi bergantung pada orang tua atau keluargga. Mereka pun jadi sibuk bekerja dan kegiatan bermain otomatis berkurang.

Perbedaan lain Turki dan Indonesia, menurut Cinta Penelope,masyarakat di sana tidak terlalu banyak ngobrol.“Kalau sesamanya mah kebalikan sama kita. Kalau kita kan orangnya enggak enakan, suka ngobrol, enggak kenal aja kita senyumin. Kalau disini enggak terlalu banyak omong satu sama lainnya. Kecuali memang dekat banget,” tandasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=H9s0Q3Sowvk

 

https://www.youtube.com/watch?v=egmL0CMEI5k

 

https://www.youtube.com/watch?v=G9MK8REzR2Y

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore