Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 November 2019 | 22.05 WIB

Cerita Sandra Dewi Stres hingga Kesulitan Beri ASI Anak Keduanya

Sandra Dewi saat menjadi Brand Ambassador Teman Bumil di Jakarta, Kamis (28/11). (Rieska Virdhani/JawaPos.com) - Image

Sandra Dewi saat menjadi Brand Ambassador Teman Bumil di Jakarta, Kamis (28/11). (Rieska Virdhani/JawaPos.com)

JawaPos.com - Aktris Sandra Dewi kini sudah dikaruniai dua anak. Putra keduanya lahir pada 9 September 2019 lalu. Artinya saat ini Sandra Dewi masih fokus memberi ASI eksklusif pada anak keduanya, Mikhael Moeis. Sedangkan kakaknya, Raphael Moeis, terus menyesuaikan diri menjadi kakak.

Menariknya, Sandra Dewi ternyata butuh perjuangan lebih untuk memberikan ASI bagi anak keduanya. Hal itu karena secara psikologis di tahap-tahap awal, dia merasa ada beban untuk berbagi perhatian dengan anak pertamanya yang masih berusia dua tahun. Jadi ketika hari-hari pertama melahirkan, ASI sulit sekali keluar bahkan nol. Itu lantaran pikiran dan beban Sandra Dewi justru terbayang pada anak pertamanya di rumah.

"Anak pertama itu ASI saya banyak banget. Tapi untuk anak kedua, saat awal-awal itu saya stres banget. Saat usai lahiran saya stres kangen banget anak pertama saya. Sebab selama saya melahirkan di rumah sakit bolak-balik dikasih video bahwa anak saya bilang I miss you mami, dan itu bikin saya nangis terus," kata Sandra Dewi saat hadir ulang tahun kedua Teman Bumil di Jakarta, Kamis (28/11).

Sandra Dewi sudah mencoba berbagai cara dengan minum ASI booster untuk memperbanyak ASI, namun hasilnya tetap saja nol. Pada hari ketiga, suaminya memutuskan agar anaknya ikut dan dihadirkan di kamar rumah sakit. Temu kangen Sandra Dewi dengan anak pertamanya pun pecah.

"Langsung saat itu juga ASI saya melimpah. Setelah bertemu dengan Rafa. Artinya walaupun kita makan banyak, stres itu bikin ASI nol," ungkapnya sebagai Brand Ambassador Teman Bumil.

Sementara itu, pakar laktasi, dr. Ameetha Drupadi, CIMI yang juga hadir sebagai pembicara membenarkan apa yang diungkapkan Sandra Dewi. Menurutnya, saat memberi ASI seorang ibu harus bahagia.

"ASI adalah makanan terbaik bayi sejak lahir hingga usia enam bulan. ASI tidak diragukan lagi memiliki banyak manfaat untuk bayi. ASI eksklusif juga bisa membantu mencegah stunting," kata dr. Ameetha.

Dia meminta para ibu tetap semangat untuk memberikan ASI. Sebab ASI eksklusif selama enam bulan adalah makanan utama bayi, tak ada makanan lainnya. ”Kita semua tahu bahwa memberikan ASI eksklusif selama enam bulan itu tidak mudah. Karena itu para ibu perlu belajar dan mempersiapkan diri sejak awal dengan mengikuti kelas-kelas laktasi sejak masa kehamilan,” jelas dr. Ameetha.

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore