Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 Juli 2017 | 00.03 WIB

Cerita Seru Pemain Filosofi Kopi 2

JELANG TAYANG: Luna Maya, Chicco Jerikho, dan Rio Dewanto berkunjung ke redaksi Jawa Pos Surabaya kemarin pagi. Film terbaru mereka, Filosofi Kopi 2, tayang mulai 13 Juli mendatang. - Image

JELANG TAYANG: Luna Maya, Chicco Jerikho, dan Rio Dewanto berkunjung ke redaksi Jawa Pos Surabaya kemarin pagi. Film terbaru mereka, Filosofi Kopi 2, tayang mulai 13 Juli mendatang.


JawaPos.com - Tepat pada 13 Juli, film Filosofi Kopi 2: Ben & Jody tayang. Kemarin (8/6) Ben (Chicco Jerikho), Jody (Rio Dewanto), Tarra (Luna Maya), dan sutradara Angga Dwimas Sasongko bermain ke Redaksi Jawa Pos Surabaya. ’’Ini tempat interview paling nyaman ya sejauh ini,’’ kata Chicco sambil tengkurap di atas sofa lounge. Berikut cerita mereka tentang sekuel Filosofi Kopi (2015) ini.




Halo, ceritain peran masing-masing dong!
Rio: Di film ini aku masih menjadi Jody seperti film pertama. Dua tahun setelah film pertama, Jody dan Ben harus menghadapi beberapa masalah. Bisnis yang kita bangun menemui jalan buntu.
Chicco: Nah, dari film pertama, kan ketahuan tuh kalau karakternya Ben itu cukup idealis. Karena itulah, Jody sering jengkel. Intinya, Jody tuh sadar kalau berada di bawah bayang-bayang Ben.
Luna: Kalau aku jadi Tarra, anak konglomerat yang bakal membeli sebagian saham Filosofi Kopi. Tarra ini asyik, wise juga di satu sisi. Dia bukan tipe anak konglomerat yang manja. Dia suka kerja keras.

Syuting dilakukan di lima kota, yaitu Jakarta, Jogja, Bali, Makassar, dan Toraja. Mana yang paling seru?
Rio: Semuanya seru. Di Bali seru, di Jogja juga karena di sana ada kedai Filosofi Kopi paling banyak. Begitu juga di Toraja karena saya baru kali pertama ke sana. Ada cerita lucu nih. Kita di sana kan makan steak kerbau. Kayaknya enak, mantep gitu. Tapi, ternyata, pas dicoba, alot banget!
Chicco: Tiap kota punya ciri sendiri, tetapi Toraja yang paling berkesan karena baru pertama ke sana. Masyarakat di sana sangat menghargai kulturnya. Saya juga sempat lihat kerbau putih yang gede banget. Hampir diseruduk, tapi nggak jadi karena kerbaunya saya liatin dari dekat. Hahaha.
Luna: Semuanya! Urutannya, Toraja, Makassar, Jogjakarta, Bali, dan Jakarta.

Hal paling rempong saat syuting?
Rio: Nggak ada. Paling kendala cuaca aja yang nggak bisa diprediksi. Tapi, semuanya bisa kita handle bareng-bareng dan akhirnya selesai.
Chicco: Kita nggak rempong, tapi ramping, hehehe. Kita nggak ada ribet, syuting dijalani dengan fun. Berasa kayak lagi traveling gitu. Kami berempat (Chicco, Rio, Luna, Angga) ini sering semobil. Waktu pindah spot, kami misah dari rombongan, terus eksplorasi tempat sendiri. Dari situ, bisa nemu banyak ide.
Luna: Hampir nggak ada. Paling harus menyesuaikan mood-nya Chicco aja nih. Dia tuh suka kebawa peran Ben, jadi kadang agak moody dan suka marah-marah sendiri.
Angga: Paling susah itu waktu di Gilimanuk. Kapal yang pengin kita naiki ternyata nggak ada di jadwal waktu kita sampai. Akhirnya, dengan kapal yang seadanya itu, kita harus nyari spot baru lagi buat ambil scene sunrise.

Paling suka kopi apa?
Rio: Semua produk kopi di kedai Filosofi Kopi, hehe. Tapi, paling favorit kopi timus yang sudah jadi legenda buat aku.
Chicco: Dari awal, jatuh cinta sama kopi toraja karena rasanya bold. Ada manisnya, tapi juga ada asamnya. Jadi, nggak perlu gula juga enak banget. Jangan ada gula di antara kita ya.
Luna: Kopi hitam, eh kopi tubruk deh. Kalau kopinya udah enak, nggak perlu pakai gula. Tapi, kalau kopinya kurang mantap, kasih susu dikit tanpa gula. (adn/c20/ayi)


Editor: Dwi Shintia
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore