Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 Desember 2017 | 03.33 WIB

Ernest Prakasa Menggandeng Psikolog Demi Susah Sinyal

KOMPAK: Pendukung Susah Signal saat berkunjung ke Redaksi Jawa Pos di Graha Pena Surabaya pekan lalu. - Image

KOMPAK: Pendukung Susah Signal saat berkunjung ke Redaksi Jawa Pos di Graha Pena Surabaya pekan lalu.

JawaPos.com - Sebagian penonton mungkin hanya tahu bahwa Susah Sinyal adalah film drama komedi ketiga garapan Ernest Prakasa.


Tetapi, jauh di dalamnya, Ernest tidak mau bercanda. Segala hal disiapkan dengan detail. Berbeda dengan dua film Ernest sebelumnya, Cek Toko Sebelah dan Ngenest the Movie, Susah Sinyal tidak berkisah tentang keluarga Tionghoa di Indonesia.


Film itu berkisah tentang drama kehidupan keluarga yang dibalut dalam cerita humor yang ringan. Ellen Tirtoatmodjo (Adinia Wirasti) adalah seorang pengacara sukses. Di balik karirnya yang gemilang, Ellen merupakan single mom yang jarang bisa meluangkan waktu dengan anak tunggalnya, Kiara Tirtoatmodjo (Aurora Ribero).


Sejak Agatha Verhoeven (Niniek L. Kariem), ibunda Ellen yang sangat menyayangi Kiara, meninggal, hidup Kiara terguncang. Dia menjadi remaja pemberontak yang banyak melampiaskan emosinya di media sosial. Di sela kesibukannya sebagai kepala di sebuah firma hukum, Ellen berusaha mendekatkan diri dengan Kiara. Caranya, dengan mengajaknya berlibur ke Sumba, NTT.


’’Kita melihat di Jakarta atau kota besar lainnya, perjuangan seorang ibu tunggal itu berat banget. Dia harus punya karir yang baik, tapi juga membesarkan anak. Satu sisi kehidupan perkotaan yang kita potret di sini,’’ tutur Ernest saat berkunjung ke Redaksi Jawa Pos Surabaya pekan lalu.


Ernest mengakui bahwa dirinya tidak memiliki pengalaman menjadi single parent dan teman dekat yang berperan menjadi orang tua tunggal. Karena itu, dia menggandeng psikolog Roslina Verauli dalam film tersebut. ’’Dia memberi banyak wawasan tentang psikologi seorang single parent dan anak ABG. Juga alasan menjadi single parent serta latar belakangnya,’’ kata Ernest.


Sementara itu, memerankan karakter pengacara hebat merupakan tantangan sendiri bagi Adinia. Dia tidak bisa asal bertindak. Sebab, menurut dia, hal tersebut bisa mencederai profesi seorang pengacara. Untuk itu, Adinia banyak ngobrol dengan kakaknya yang merupakan sarjana hukum.


’’Saya banyak tanya tentang kebiasaan mahasiswa hukum itu kayak apa yang kebawa sampai lulus dan menjalankan profesi masing-masing,’’ ungkap Adinia.


Dia juga kerap berkonsultasi dengan Arry B. Wibowo, komika yang juga ahli di bidang hukum. Arry ikut menjadi cameo dalam film itu. ’’Untuk jadi pengacara, bukan sesuatu yang instan. Banyak pelajaran, banyak tantangannya,’’ jelas Adinia.


Bahkan, hal-hal detail menjadi perhatiannya. Misalnya, tata krama di dalam ruang sidang. ’’Saya baru tahu kalau kita harus duduk, nggak boleh berdiri ketika di dalam pengadilan ligitasi. Biasanya, kalau di film kan berdiri teriak-teriak. Tapi, ternyata harus duduk. Juga kalimat apa saja yang nggak bisa dipakai di ruang sidang,’’ tutur Adinia.


Semua usaha itu tidak sia-sia. Susah Sinyal mampu membuat orang datang ke bioskop. Film yang dirilis bersamaan dengan Ayat-Ayat Cnta 2 pada 21 Desember tersebut sampai kemarin sudah mencatat lebih dari 545 ribu penonton. (*)

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore