Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 November 2017 | 03.22 WIB

Makna Maha Penting di Balik Gelar Bangsawan Batak Kahiyang-Bobby

Kahiyang-Bobby ikut mengantar menuju akad nikah sahabat Bobby di Lampung - Image

Kahiyang-Bobby ikut mengantar menuju akad nikah sahabat Bobby di Lampung

JawaPos.com - Mulai hari ini, prosesi acara pernikahan Ngunduh Mantu putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution mulai digelar. Kedua mempelai akan dinobatkan dan diberikan gelar bangsawan Batak.


Perkawinan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution dimaknai sebagai upaya penguatan kebudayaan nasional Indonesia antara dua budaya yakni Jawa dan Batak. Akulturasi budaya ini dianggap menjadi magnet perekat persatuan Indonesia.


Dosen Program Studi Jawa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) Darmoko menjelaskan relasi antara Jawa dan Batak merupakan wujud realisasi dari Indonesia yang berBhinneka Tunggal Ika. Perkawinan ini merupakan pengejawantahan dari pengukuhan jati diri keindonesiaan dengan empat saka guru kebangsaan (populer dengan empat pilar kebangsaan), yaitu Pancasila, UUD '45, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.


"Keterbukaan pola pikir tentang era global membuat perkawinan antar suku dan ras menjadi lebih terbuka," ujarnya kepada JawaPos.com, Minggu (19/11).


Upacara Ngunduh Mantu tersebut, kata dia, dipandang sebagai presentasi etnis Batak pada dimensi global yang berdampak pada hidupnya bidang-bidang tertentu. Di antaranya budaya (tradisi dan adat istiadat), ekonomi, pariwisata, perhotelan, tempat-tempat hiburan dan lainnya.


Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu memperoleh gelar bangsawan. Bobby mendapatkan gelar Sultan Kumala Abdul Rachman Raja sedangkan Kahiyang Ayu mendapatkan marga "Siregar" oleh pemangku adat Tapanuli Selatan.


Darmoko menambahkan pemberian gelar kebangsawanan Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, pada masyarakat Batak kepada kedua mempelai memiliki pesan dan magnet magis bagi keduanya. Hal itu sebagai pesan bahwa keduanya wajib menjaga dan melestarikan adat istiadat dan budaya Batak.


"Khususnya yang tumbuh dan berkembang pada masyarakat Batak Mandailing, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara," papar Darmoko.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore