
Shinta Bachir saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (1/6).
JawaPos.com - Shinta Bachir merasa ada yang berbeda pada Ramadan kali ini. Dibanding tahun sebelumnya, banyak anugerah yang diberikan Tuhan yang membuatnya lebih bersyukur.
Selain kembali mengenakan hijab setelah sempat melepasnya. Hidayah dari Tuhan di tahun ini adalah rasa beban baginya jika meninggalkan salah Tarawih.
"Dulu, puasa ya puasa aja, tarawih kan sunah. Kalau sekarang udah kaya beban buat saya kalau nggak tarawih. Banyak hal lah yang sudah Allah kasih ke saya dan buat saya itu Anugerah, hadiah di ramadan tahun ini," kata Shinta di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (1/6).
Atas dasar itu, Shinta jarang melakukan acara buka bersama di luar. Sebab, tradisi ramadan yang banyak dilakukan banyak orang itu, diakui Shinta membuatnya sering melupakan salat Maghrib dan kehilangan momen tarawih berjamaah.
"Sayang juga sih kalau buka puasa di luar. Pertama, cari tempatnya susah, terus salat maghribnya juga susah. Biasanya maghribnya di qadha ke isya terus solat tarawihnya jadi nggak berjamaah," papar Shinta saat ditanyai tradisi buka bersama.
Oleh karena itu, penyanyi dangdut ini berbuka puasa bersama keluarga besarnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
