
WARISAN LELUHUR: Alvin Lee menerangkan tentang obata-obatan herbal yang biasa digunakan penduduk Tionghoa kepada para turis yang ikut MikeBikes. (SITI AISYAH/JAWA POS)
Pemindahan pusat pemerintahan dari Kuala Lumpur ke Putrajaya tak berdampak banyak. Ibu kota Malaysia tersebut tetap jadi jujukan wisatawan. Ragam pilihan pelancongan pun terus berkembang.
---
”BAGAIMANA kopinya?” ujar Alvin Lee dalam bahasa Inggris yang fasih. Lee menanyakan hal tersebut kepada rombongan turis yang dia bawa. Pria 39 tahun berdarah Tionghoa tersebut bekerja sebagai pemandu di MikeBikes. Itu adalah pilihan wisata baru di Malaysia. Yaitu, berkeliling dengan menggunakan sepeda angin.
Dibutuhkan stamina kuat untuk ikut tur MikeBikes. Sebab, jalan yang dilalui naik turun bukit. Terasa menyiksa bagi yang jarang berolahraga tentu saja. Gobyos keringat, tapi juga bisa melihat pemandangan yang memikat.
MikeBikes baru berdiri pada 2018. Mereka menawarkan opsi wisata yang berbeda. Yaitu, melihat Kuala Lumpur yang sebenarnya. Bukan ingar bingar modernitas di tengah kota. Tapi, lebih pada menyelami kehidupan warga lokal. Karena itu, Mike Bikes disenangi turis-turis asing dari Eropa, Australia, dan AS. Pelanggan dari Asia ada, tapi tak terlalu banyak. Mungkin karena kultur budaya yang hampir sama membuat orang Asia tak lagi penasaran dengan kehidupan penduduk asli di Malaysia.
Rute yang pasti dilalui adalah Kampong Bahru. Sebab, itu satu-satunya area di Kuala Lumpur yang masih asli, lengkap dengan deretan rumah panggungnya. Lee dan beberapa pemandu lainnya bahkan sampai sudah dihafal penduduk sekitar. Rute yang pasti dilalui lainnya adalah pasar basah terbesar di Kuala Lumpur, Chow Kit. Di pasar itu, mayoritas yang berjualan adalah orang Indonesia. Lee biasanya menjelaskan tentang buah lokal dan membeli beberapa untuk dicoba.
Di gang sempit pasar itulah Lee mengajak para turis yang dibawanya untuk sejenak menikmati kopi dan jajanan lokal. ”Tiap pemandu punya tempat favorit sendiri di luar rute untuk mengajak para turis bersantai,” ujarnya. Meski terletak di gang sempit, kopi yang disajikan sungguh kental dan nikmat. Aroma kopi, tempat yang santai, dan kekeluargaan membuat serasa di rumah. Nyaman.
Jenis wisata dengan berkeliling dan mencecap budaya lokal itu mulai jamak beberapa tahun belakangan ini. Ada beberapa agensi lain yang menawarkan khusus wisata kuliner lokal.
Kuala Lumpur seakan tak kekurangan cara untuk menarik orang ke sana. Itu membuat kota tersebut tetap padat merayap meski pusat pemerintahan dan berbagai kementerian sudah dipindah. ”Kita dengan Putrajaya tidak jauh (jaraknya, Red), tidak terlalu berefek,” ujar Wakil Direktur Pariwisata Wilayah Central Malaysia Khairul Hilmi Abd. Manap.
Putrajaya memiliki gedung konferensi yang cukup besar. Namun, tetap saja berbagai acara kerap digelar di Kuala Lumpur. Okupansi hotel juga tak pernah sepi. Kuala Lumpur tetap menjadi jujukan bagi para wisatawan karena ia mampu menghadirkan eksotisme masa lalu lewat gedung-gedung tuanya sekaligus optimisme masa depan lewat mal dan wahana-wahana modern lainnya.
Apakah tidak ada turis di Putrajaya? Ada, tapi tak banyak. Bahagian Komunikasi Korporat Perbadanan Putrajaya Mohd Fairus bin Mohd Padzil menegaskan bahwa Putrajaya memang didesain untuk pemerintahan. Maka itu, sektor wisata bukan hal utama. Meski gedung-gedungnya bagus, penikmatnya jarang.
Photo
JUBAH MERAH: Para turis berkunjung ke Masjid Putra di Putrajaya. Mereka yang pakainnya tertutup biasanya dipinjami baju terusan bertudung. (SITI AISYAH/JAWA POS)
Putrajaya biasanya hanya mendapatkan limpahan turis dari Kuala Lumpur. Biasanya orang-orang dari bandara pergi ke Masjid Putra lebih dulu sebelum menuju Kuala Lumpur. Atau sebaliknya, dalam perjalanan pulang dari Kuala Lumpur, mereka singgah dulu ke Putrajaya, baru ke bandara. Rata-rata bukan turis yang datang dan menginap. ”Dapat limpahan turis itu saja sudah cukup bagi kami, tidak masalah,” terang Fairus.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=5SveN4r2daQ
https://www.youtube.com/watch?v=qK-MEHazEaM
https://www.youtube.com/watch?v=0AD3xte3bJg

Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Skor DPMM FC vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026: Misi Dalberto Tebar Pesona di Klub Baru!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
An Se Young Mundur dari China Open 2026 karena Cedera, Fokus Pulihkan Kondisi Jelang Kejuaraan Dunia
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
