Ilustrasi: Pesawat mendarat di Bandara IKN. (Dok. JawaPos.com)
JawaPos.com - Bandara Nusantara di Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur saat ini sudah resmi terdaftar di organisasi penerbangan sipil Internasional yang merupakan badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yakni International Civil Organization (ICAO).
Mengutip situs Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Bandara Nusantara IKN ini resmi mendapat kode WALK. Meski begitu, bandara tersebut belum terdaftar di International Air Transport Association (IATA)atau Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional.
Dalam pengumuman itu, Bandara Nusantara ini dinyatakan berstatus operasi umum dengan pengelola yang tercatat merupakan UPT Ditjen Hubud. Adapun penggunaan bandara ini masih ditujukan bagi penerbangan domestik dan telah mendapatkan sertifikat didarati oleh Pesawat Boeing 737-800.
Sebagai informasi, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyampaikan pembangunan landasan pacu atau runway Bandara IKN masih terus berlangsung mencapai 70 persen. Pembangunan ini ditargetkan bisa selesai pada Februari 2025.
"Kita lagi pembangunan (landasan pacu), kita selesaikan mudah-mudahan Februari (2025) selesai," kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU, Rachman Arief Dienaputra, beberapa waktu lalu.
Sementara itu, pembangunan Bandara IKN sendiri ditargetkan selesai pada 31 Desember 2024, dengan runway sepanjang 3000 meter dan luas bangunan terminal 7.350 meter².
Adapun pada Oktober lalu, Menteri Perhubungan yang saat itu masih dijabat oleh Budi Karya Sumadi sempat melaporkan progres pembangunan landasan pacu IKN jelang pendaratan Presiden 2014-2025 Joko Widodo (Jokowi) menggunakan Pesawat Kepresidenan Boeing Business Jet (BBJ) 737-800.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku pendaratan perdana yang dilakukannya berjalan lancar. Bahkan, ia merasa pesawat kepresidenan bisa landing secara di Bandara IKN.
"Mulus banget turunnya, landing mulus. Sangat bagus, tidak terlalu besar, tapi sudah sangat cukup," kata Jokowi dalam keterangannya, dikutip dari video Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (24/9).
Sedangkan untuk bangunan bandaranya sendiri, PT Hutama Karya (Persero) melaporkan, progres pembangunan fasilitas di sisi darat Bandara IKN telah mencapai 83,31 persen.