Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Januari 2019 | 22.28 WIB

Hammam Riza Dilantik sebagai Nakhoda Baru BPPT

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza usai pelantikan di kantor BPPT Jakarta Pusat, Rabu (30/1). - Image

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza usai pelantikan di kantor BPPT Jakarta Pusat, Rabu (30/1).

JawaPos.com - Setelah beberapa bulan lowong, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akhirnya memiliki pemimpin baru. Hari ini, Rabu (30/1) Menristekdikti Mohamad Nasir melantik Hammim Riza sebagai Kepala BPPT yang baru. Pelantikan berjalan khidmat.


Dalam arahannya, Nasir mengingatkan supaya BPPT ke depannya lebih kuat. Sebab tantangannya bakal lebih besar.


"Apalagi menghadapi era industri 4.0 dengan perubahan yang begitu cepat," kata mantan rektor terpilih Universitas Diponegoro (Undip) Semarang itu.


Nasir mengatakan, di tangan BPPT, diharapkan sebuah riset atau paten tidak berhenti pada sebuah prototipe saja. Tetapi juga terus meningkat menjadi sebuah inovasi.


Lalu, inovasi itu harus bisa hilirisasi. Sehingga bermanfaat bagi masyarakat umum maupun masyarakat industri. Dia juga mengingatkan supaya dalam agenda riset atau pengkajian teknologi, BPPT melakukannya atas dasar kebutuhan pasar.


"Tidak atas maunya peneliti sendiri," tutur dia.


Sehingga, ketika sudah menjadi sebuah inovasi, lebih mudah untuk diaplikasikan ke industri atau dimanfaatkan masyarakat. Usai dilantik dan menerima ucapan selamat, Hammam menyempatkan memberikan keterangan kepada media.


Dia mengatakan, akan terus membawa BPPT supaya lebih memberikan kontribusi inovasi teknologi. Sehingga bisa meningkatkan daya saing bangsa Indonesia.


"Khususnya di era revolusi industri 4.0 saat ini," jelasnya.


Hammam menjelaskan peran BPPT cukup luas. Di antaranya adalah peran inovasi, audit, kliring teknologi, difusi dan komersialisasi, alih teknologi, serta layanan teknologi.


Dia mengatakan, tahun ini tugas BPPT bakal semakin banyak. Khususnya terkait sejumlah program yang memerlukan percepatan penyelesaian. Seperti pemasangan buoy tsunami dan cable-based tsunameter dan kajian atau feasibility study (FS) kereta cepat dan LRT.


"Serta sejumlah proyek prioritas nasional lainnya yang harus kita tuntaskan segera dan sebaik-baiknya," tegas alumnus ITB itu.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore