Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 17 Juli 2026 | 07.15 WIB

Peneliti IPB Gabung 4 Varietas Habanero Lokal Hasilkan Kepedasan Ekstrem 1,3 Juta SHU

Empat varietas tersebut yakni Tabia Sala 1 IPB, Margi 2 IPB, Tabia Sala Oranye IPB, dan Tabia Sala Kuning IPB. (ANTARA) - Image

Empat varietas tersebut yakni Tabia Sala 1 IPB, Margi 2 IPB, Tabia Sala Oranye IPB, dan Tabia Sala Kuning IPB. (ANTARA)

JawaPos.com - Peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) University gabungkan empat varietas cabai habanero lokal pertama di Indonesia, salah satunya memiliki tingkat kepedasan ekstrem mencapai 1,3 juta scoville heat units (SHU). Ahli pemuliaan tanaman IPB University Prof Muhamad Syukur mengatakan, empat varietas tersebut yakni Tabia Sala 1 IPB, Margi 2 IPB, Tabia Sala Oranye IPB, dan Tabia Sala Kuning IPB.

Keempatnya menjadi varietas habanero pertama yang resmi terdaftar di Kementerian Pertanian RI dan mendapatkan Hak Perlindungan Varietas Tanaman (PVT).

"Pada dasarnya cabai habanero di Indonesia itu belum ada. Baru ada Katokkon Sayang dari Sulawesi Selatan yang terdaftar. Jadi, yang mendapat perlindungan varietas pertama kali untuk jenis habanero adalah rakitan kami dari IPB University," kata Syukur, dikutip Kamis (16/7).

Guru Besar Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB University itu menjelaskan salah satu daya tarik utama varietas tersebut adalah tingkat kepedasannya yang dapat mencapai lima kali lipat dibandingkan cabai rawit biasa.

Varietas Tabia Sala 1 IPB yang berwarna merah memiliki tingkat kepedasan tertinggi, yakni mencapai 1 juta hingga 1,3 juta SHU.

Sementara Margi 2 IPB yang berwarna peach, Tabia Sala Oranye IPB, dan Tabia Sala Kuning IPB masing-masing memiliki tingkat kepedasan antara 350 ribu hingga 500 ribu SHU.

Selain memiliki tingkat kepedasan tinggi, menurut Syukur, keunggulan utama cabai habanero rakitan IPB University terletak pada kemampuan adaptasinya terhadap iklim tropis.

Cabai habanero impor umumnya memiliki daya adaptasi rendah terhadap iklim tropis, sedangkan empat varietas tersebut dirancang agar lebih tangguh dan tahan terhadap hama serta penyakit keriting kuning.

Benih keempat varietas itu telah didiseminasikan oleh Benih Dramaga sehingga dapat diakses secara massal oleh petani di Indonesia.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore