Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 Juni 2026 | 21.08 WIB

Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru Dirilis dalam Bahasa Sunda, Saksi-Saksi Yehuwa Ingin Umat di Jabar Lebih Mudah Memahami

Saksi-Saksi Yehuwa resmi merilis Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru dalam bahasa Sunda pada 24 Mei 2026. (Istimewa) - Image

Saksi-Saksi Yehuwa resmi merilis Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru dalam bahasa Sunda pada 24 Mei 2026. (Istimewa)

JawaPos.com – Saksi-Saksi Yehuwa resmi merilis Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru dalam bahasa Sunda pada 24 Mei 2026. Peluncuran Alkitab dalam bahasa daerah tersebut dilakukan melalui sebuah acara khusus di Bandung, Jawa Barat, dan tersedia dalam bentuk cetak maupun elektronik.

Kehadiran Alkitab bahasa Sunda ini diharapkan dapat membantu masyarakat memahami isi Alkitab dengan lebih mudah dan mendalam. Selain versi cetak, tersedia pula rekaman audio yang memungkinkan pengguna mendengarkan isi Alkitab dalam bahasa ibu mereka.

Seorang hadirin asal Bandung bernama Irwan mengaku merasakan pengalaman yang berbeda saat mendengarkan pembacaan Alkitab dalam bahasa Sunda.

“Saat mendengar Alkitab dibacakan dalam bahasa Sunda, saya merasa seperti Allah sedang berbicara langsung kepada saya, apalagi karena sekarang rekaman audionya juga tersedia,” ujarnya.

Meski Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru dalam bahasa Indonesia telah tersedia sejak 1999, Saksi-Saksi Yehuwa menilai penggunaan bahasa ibu memiliki dampak emosional yang lebih kuat bagi pembacanya.

Juru Bicara Nasional Saksi-Saksi Yehuwa di Indonesia, Ario Sulistiono, mengatakan bahwa tujuan penerjemahan ini adalah menghadirkan Alkitab yang akurat, mudah dipahami, dan mampu menyentuh hati pembaca.

“Alkitab itu seperti surat dari seorang ayah untuk anak-anaknya. Kami ingin menyediakan terjemahan Alkitab yang akurat, mudah dimengerti, dan menyentuh hati,” katanya.

Menurut Ario, banyak pembaca saat ini sudah tidak lagi akrab dengan kosakata lama yang digunakan dalam sejumlah terjemahan Alkitab berbahasa daerah. Karena itu, penerjemahan dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan bahasa yang digunakan masyarakat saat ini.

Proses penerjemahan Alkitab bahasa Sunda tersebut memakan waktu sekitar enam tahun. Sebagian besar pengerjaannya berlangsung selama masa pandemi COVID-19 yang penuh tantangan.

Ario menuturkan bahwa proyek tersebut dilandasi semangat pelayanan dan kepedulian terhadap sesama. Salah seorang anggota tim penerjemah berharap terjemahan baru itu dapat membantu lebih banyak orang mengenal Sang Pencipta.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore