Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 September 2025 | 00.34 WIB

Selamat Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2025! Merenungkan Kitab Zakharia dan Maleakhi dalam Mengikat Kembali Relasi Umat dengan Tuhan

Kitab Suci yang terbuka dan sedang dibaca (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Bulan September ini umat Katolik di Indonesia merayakan Bulan Kitab Suci Nasional (2025) dengan tema "Allah Sumber Pembaruan Relasi dalam Hidup." Renungan-renungan yang diambil untuk bulan ini juga diinspirasi oleh Kitab Zakharia dan Kitab Maleakhi. 

Dilansir dari laman Kementerian Agama Republik Indonesia, agenda ini diadakan setiap tahun dengan tema yang berbeda-beda. 

Tema ini dipilih untuk mengingatkan para umat Katolik bahwa Tuhan hadir untuk mendampingi, membaharui, membangun kembali, dan menyembuhkan hubungan umat-umatNya yang rusak dengan diriNya dan sekitar mereka. 

Sejarah Agenda

Dilansir dari Pena Katolik, BKSN merupakan manifestasi Konsili Vatikan II/KV II (1962-1965). Terutama sebagai pembentukan nyata implementasi dokumen Dei Verbum. 

Dokumen itu berisikan panduan bagaimana gereja memandang Kitab Suci dalam konteks modern dan untuk mengajak para umat Katolik serta orang-orang lain untuk membaca Kitab Suci. 

Pada tahun 1975, muncul kesadaran untuk menyambut terbitnya Alkitab lengkap ekumenis hasil kerja sama antara Lembaga Biblika Indonesia (LBI) , yang berada di bawah Majelis Waligereja Indonesia (MAWI), dengan Lembaga Alkitab Indonesia, berada di naungan Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia. 

LBI kemudian menyarankan agar setiap paroki mengadakan misa syukur pada bulan Agustus tahun itu. Bahan-bahan liturgi dan rekomendasi kegiatan yang dapat dilakukan untuk agenda tersebut telah direncanakan beberapa bulan sebelum dikirimkan kepada keuskupan-keuskupan. 

Kemudian MAWI mengadakan sidang pada tahun 1977 dimana mereka menetapkan agar hari Minggu pertama bulan September ditetapkan sebagai Hari Minggu Kitab Suci Nasional. 

Diinspirasi oleh Zakharia dan Maleakhi 

Nabi Zakharia dan Maleakhi lahir setelah bangsa Israel keluar dari Mesir, namun masih mencari arah hidup yang baru dan lebih baik. Pada masa itu bangsa Israel merasakan kekecewaan, ketidakadilan, dan keletihan rohani. 

Walaupun begitu, kedua nabi berusaha mengingatkan orang-orang bahwa Allah tidak meninggalkan mereka. Sebaliknya, Allah memang menghendaki agar umat-umatNya memperbarui hidup, membangun keadilan, dan memulihkan persekutuan mereka. 

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore